Belajar Matematika Online

PERHATIAN: Mohon maaf, jika ada tampilan iklan atau iklan yang tidak syar'i, jangan diteruskan! Kami akan melakukan upaya pemblokiran, terima kasih!
Showing posts with label Matematika Universitas. Show all posts
Showing posts with label Matematika Universitas. Show all posts

Definisi Fungsi dan Fungsi -Fungsi Khusus

Fungsi merupakan salah satu landasan matematika sebagai materi pra-syarat mempelajari kalkulus, struktur aljabar, transformasi geometri, dan lain-lain. Jadi bagi kalian yang ingin mempelajari materi-materi dalam matematika diharuskan memahami benar apa itu fungsi dan fungsi-fungsi khusus yang akan diberikan di bawah. Perjalanan mereka bisa dilihat tulisan ini Pengembangan Landasan Matematika

Definisi Fungsi:

Misalkan X dan Y adalah himpunan-himpunan, suatu pemetaan atau fungsi dari X ke Y adalah aturan yang memasangkan setiap $x \in X$ tepat satu $y \in Y$ dan ditulus $y=f(x)$.

Fungsi-Fungsi Khusus:

1. Fungsi Injektif (satu-satu)
Suatu fungsi $f:X \rightarrow Y$ disebut fungsi injektif (satu-satu) jika dan hanya jika :
$ \forall x_1, x_2 \in X$, $f(x)=f(y)\Rightarrow x_1=x_2$

2. Fungsi Surjektif (pada)
Suatu fungsi $f:X \rightarrow Y$ disebut fungsi surjektif (pada) jika dan hanya jika :
$ \forall y \in Y$, $ \exists _x \in X$ sehingga $f(x)=y$.

3. Fungi Bijektif (satu-satu dan pada)
Suatu fungsi $f:X \rightarrow Y$ disebut fungsi injektif (satu-satu) jika dan hanya jika : fungsi satu-satu dan pada

Ekspansi Kofaktor dan Determinan Matriks

Minor dan Kofaktor Matriks telah dibahas pada artikel sebelumnya dan kalian boleh baca-baca dulu sebentar agar materi ini bisa dimengerti. Setelah anda cukup memahaminya, barulah anda melanjutkan bacaan ini. Seperti yang kita alami menghitung determinan ordo 3x3 tidak semudah determinan ordo 2x2, yang kita gunakan di SMA adalah menggunakan Aturan Sarus dalam menentukan determinan ordo 3x3. Kali ini kita coba gunakan Eksfansi Kofaktor.

Definisi:
Misalkan $A_{nxn}=[a_{ij}]$, determinan dari matriks A didefinisikan sebagai:

$det (A)=|A|=a_{i1}C_{i1}+a_{i2}C_{i2}+...+a_{in}C_{in}$
(ekspansi kofaktor sepanjang baris ke-i)

$det (A)=|A|=a_{1j}C_{1j}+a_{2j}C_{2j}+...+a_{nj}C_{nj}$
(ekspansi kofaktor sepanjang kolomke-j)


Kasus 3x3
Misalkan:
$A=\begin{bmatrix}
a & b & c \\
d & e & f \\
g & h & i
\end{bmatrix}$
maka: (Ekspansi Kofaktor Sepanjang Kolom ke-1)
$|A|=a_{11}C_{11}+a_{21}C_{21}+a_{31}C_{31}$
$|A|=a.(-1)^{1+1}\begin{vmatrix}
e & f \\
h & i
\end{vmatrix}+d.(-1)^{2+1}\begin{vmatrix}
b & c \\
h & i
\end{vmatrix}+g.(-1)^{3+1}\begin{vmatrix}
b & c \\
e & f
\end{vmatrix}$
$|A|=a.\begin{vmatrix}
e & f \\
h & i
\end{vmatrix}-d.\begin{vmatrix}
b & c \\
h & i
\end{vmatrix}+g.\begin{vmatrix}
b & c \\
e & f
\end{vmatrix}$

Contoh Soal: Carilah determinan dari matriks berikut dengan menggunakan ekspansi kofaktor sepanjang kolom ke-1!
$A=\begin{bmatrix}
2 & -3 & 4 \\
0 & 5 & 6 \\
-5 & 3 & 1
\end{bmatrix}$

Solved:
$|A|=2.\begin{vmatrix}
5 & 6 \\
3 & 1
\end{vmatrix}-0.\begin{vmatrix}
-3 & 4 \\
3 & 1
\end{vmatrix}+(-5)\begin{vmatrix}
-3 & 4 \\
5 & 6
\end{vmatrix}$
$|A|=2.(5-18)-0.(-3-12)+(-5).(-18-20)$
$|A|=2.(-13)-0.(-15)+(-5).(-38)$
$|A|=-26+190$
$|A|=164$

Latihan: Cari determinan matriks dengan menggunakan ekspansi kofaktor sepanjang baris ke-1 untuk matriks yang sama di atas!

Minor dan Kofaktor Matriks

Definisi Matriks dan Kesamaan Dua Matriks merupakan materi prasyarat yang wajib dibaca untuk dapat memahami penjelasan mengenai materi Minor dan Kofaktor dari sebuah matriks yang diketahui. Dengan menguasai materi ini, diharapkan kalian dapat menggunakan dengan lancar dalam menentukan determinan matriks berordo 3x3 dengan cara ekspansi kofaktor sepanjang baris atau kolom tertentu.

Definisi Minor dan Kofaktor
Misalkan $A_{nxn}=[a_{ij}]$, maka:

1. Minor dari $a_{ij}$ yang dilambangkan oleh $M_{ij}$ adalah determinan dari submatriks A yang diperoleh dengan cara membuang semua entri pada baris ke-i dan kolom ke-j.

2. Kofaktor $a_{ij}$, yang dilambangkan oleh $C_{ij}$ adalah $(-1)^{i+j}.M_{ij}$.


Contoh Soal: Carilah minor dan kofaktor dari dari entri $a_{11}$ dan $a_{32}$ dari matriks A dibawah!

$A= \begin{bmatrix} 2 & -3 & 1 \\ 0 & -1 & -2 \\ 4 & 5 & 4 \\ \end{bmatrix}$

Solved:
$M_{11}=\begin{vmatrix} -1 & -2 \\ 5 & 4 \\ \end{vmatrix}=-1.(-4)-(-2.5)=14$

$M_{32}=\begin{vmatrix}
2 & 1 \\ 0 & -2 \\ \end{vmatrix}=2.(-2)-(1.0)=-4$

$C_{11}=(-1)^{1+1}.M_{11}=M_{11}=14$

$C_{32}=(-1)^{3+2}.M_{32}=-M_{32}=-(-4)=4$


Latihan: Cari Minor dan kofaktor dari entri $a_{12}, a_{13}, a_{21}, a_{22}, a_{23}, a_{31}, a_{33}$ !

$A=\begin{bmatrix}
2 & -3 & 1 \\
0 & -1 & -2 \\
4 & 5 & 4 \\
\end{bmatrix}$

Definisi Formal Bilangan Kompleks

Himpunan bilangan Kompleks $C$ adalah himpunan semua pasangan terurut (a,b) yang dilengkapi dua operasi penjumlahan dan perkalian yang didefinisikan sebagai:

1. Penjumlahan

Jika $Z_1=(a_1,b_1)$ dan $Z_2=(a_2,b_2)$ maka $Z_1+Z_2=(a_1+a_2,b_1+b_2)$

2. Perkalian

Jika $Z_1=(a_1,b_1)$ dan $Z_2=(a_2,b_2)$ maka $Z_1.Z_2=(a_1.a_2-b_1.b_2,a_1.b_2+a_2.b_1)$.

Sekarang, dengan menggunakan operasi perkalian di atas diketahui $(0,1).(0,1)=(-1,0)=-1$ ,sehingga bilangan imajiner i dapat ditulis i=(0,1) (ingat $i.i=i^2=-1$).

Selanjutnya berdasarkan sifat penjumlahan dan perkalian, bilangan kompleks $Z=(a,b)$ dapat ditulis sebagai:

$(a,b)=(a,0)+(0,b)$
$(a,b)=(a,0)(1,0)+(0,b)(0,1)$
$(a,b)=a.1 + b. i$
$(a,b)=a+bi$

Perlihatkan! (diserahkan kepada pembaca)
1. $(0,1)(0,1)=-1$
2. $(a,0)=(a,o)(1,0)$
3. $(0,b)=(0,b)(0,1)$

Jadi, bilangan kompleks Z=(a,b)dapat ditulis :

Z=a+bi

dengan, $a,b \in R$, i bilangan imajiner, bagian real bilangan kompleks Z ditulis $Re(Z)=a$ dan bagian imajiner bilangan kompleks Z ditulis $Im(Z)=b$.

Geometri Euclid (Euclid Geometry)

Geometri Euclid (Euclid Geometry)
LATAR BELAKANG
Geometri adalah struktur matematika yang membicarakan unsur dan relasi yang adaantara unsur tersebut. Titik, garis, bidang, dan ruang merupakan benda abstrak yang menjadi unsur dasar geometri. Berdasarkan unsur-unsur inilah, didefinisikan pengertian-pengertian baru atau berdasar pada pengertian-pengertian baru sebelumnya. Dalam geometri didapat juga sifat-sifat pokok, yaitu sifat-sifat pertama yang tidak berdasarkansifat-sifat yang mendahuluinya yaitu aksioma dan posulat.

Aksioma adalah suatu pernyataan yang kebenarannya diterima tanpa melalui pembuktian. Berdasarkan sifat pokok tersebut dapat diturunkan sifat-sifat yang disebut dengan dalil. Dalil tersebut dapat juga
dibentuk berdasarkan dalil sebelumnya.

Dalil merupakan sebuah pernyataan yang kebenarannya dapat diterima melalui serangkaian pembuktian. Simbol atau lambang merupakan alat bantu yang mengandung suatu pengertian. Suatu lambang tertentu digunakan untuk menyatakan hal tertentu sedangkan suatu hal tertentu dapat juga disimbolkan dengan bermacam-macam lambang. Seperti titik dilambangkan dengan huruf kapital misalnya A, B, C dan seterusnya, garis dilambangkan dengan huruf kecil misalnya garis k, l, atau dapat juga dilambangkan
dengan gabungan dua titik seperti AB (dibaca: garis AB ) , dan lambang-lambang yang lain seperti AB yang menunjukkan segmen AB.


Euclid
dengan buku Elemen-nya adalah hasil karya klasik matematika dari jaman purbakala yang paling terkenal, dan juga menjadi buku teks matematika tertua yang selalu digunakan dunia. Sedikit yang bisa diketahui tentang Euclid, kecuali fakta bahwa dia hidup di Alexandria sekitar tahun 300 SM. Pokok persoalan utama dari karyanya adalah geometri, perbandingan dan teori bilangan. Telah diperlihatkan bahwa bukti  teometrik dengan cara menggambarkan kesimpulan melalui diagram untuk saat ini dianggap
tidak memuaskan. Bukti tersebut tidak memenuhi standar sekarang. Di lain pihak, Euclid, yang merupakan  ahli logika ternama, bergantung sepenuhnya pada pembuktian menggunakan gambar.

Postulat sejajar Euclid, yakni berupa satu kalimat penting dalam sejarah kontroversi
intelektual, dapat dinyatakan sebagai berikut : Jika dua garis dibagi oleh garis transversal sedemikian sehingga jumlah dua sudut interiornya (sudut dalam) pada sisi transversal adalah kurang dari 180 , garis  tersebut akan bertemu  pada sisi transversal tersebut. Sejarah pentingnya postulat sejajar tersebut didasarkan pada peran pentingnya dalam teori Euclid. Oleh karena itu, pertama dimulai dengan mensketsa teori geometri bidang Euclid. Agar menjadi bukti, penting dilakukan pemeriksaan terhadap struktur teori ini. Perlakuan yang dilakukan tidak mengikuti detailnya perkembangan Euclid, tetapi menekankan pada ide dasarnya dengan menggunakan istilah yang lebih modern dan juga perlakuan
yang cukup sesuai dengan hasil kerjanya yang sekarang, sehingga banyak dipakai di berbagai buku ajar.

GEOMETRI EUCLID


Tidak banyak orang yang beruntung memperoleh kemasyhuran yang abadi seperti Euclid, ahli ilmu ukur Yunani yang besar. Meskipun semasa hidupnya tokoh-tokoh seperti Napoleon, Martin Luther, Alexander yang Agung, jauh lebih terkenal ketimbang Euclid tetapi dalam jangka panjang ketenarannya
mungkin mengungguli semua mereka yang disebut itu. Selain kemasyhurannya, hampir tak ada keterangan terperinci mengenai kehidupan Euclid yang bisa diketahui. Misalnya, kita tahu dia pernah aktif sebagai
guru di Alexandria, Mesir, di sekitar tahun 300 SM, tetapi kapan dia lahir dan kapan dia wafat betul-betul gelap. Bahkan, kita tidak tahu di benua apa dan dikota apa dia dilahirkan. Meski dia menulis beberapa buku
dan diantaranya masih ada yang tertinggal, kedudukannya dalam sejarah terutama terletak pada bukunya yang hebat mengenai ilmu ukur yang bernama The Elements. Kebanyakan teorema yang disajikan dalam
buku The Elements tidak ditemukan sendiri oleh Euclid, tetapi merupakan hasil karya matematikawan Yunani awal seperti Pythagoras (dan para pengikutnya), Hippocrates dari Chios, Theaetetus dari Athena, dan Eudoxus dari Cnidos. Akan tetapi, secara umum Euclid dihargai karena telah menyusun teorema-teorema ini secara logis, agar dapat ditunjukkan (tak dapat disangkal, tidak selalu dengan bukti teliti seperti yang dituntut matematika modern) bahwa cukup mengikuti lima aksioma sederhana. Euclid juga dihargai karena memikirkan sejumlah pembuktian jenius dari teorema-teorema yang telah ditemukan sebelumnya, misalnya Teorema 48 di Buku I. Arti penting buku The Elements tidaklah terletak pada pernyataan rumus- rumus pribadi yang dilontarkannya. Hampir semua teori yang terdapat dalam buku itu sudah pernah ditulis orang sebelumnya, dan juga sudah dapat dibuktikan kebenarannya. Sumbangan Euclid terletak pada cara pengaturan dari bahan-bahan dan permasalahan serta formulasinya secara menyeluruh dalam perencanaan penyusunan buku. Di sini tersangkut, yang paling utama, pemilihan dalil-dalil serta
perhitungan-perhitungannya, misalnya tentang kemungkinan menarik garis lurus diantara dua titik. Sesudah itu dengan cermat dan hati-hati dia mengatur dalil sehingga mudah difahami oleh orang-orang sesudahnya. Bilamana perlu, dia menyediakan petunjuk cara pemecahan hal-hal yang belum terpecahkan dan mengembangkan percobaan-percobaan terhadap permasalahan yang terlewatkan. Perlu dicatat bahwa buku The Elements selain terutama merupakan pengembangan dari bidang geometri yang ketat,
juga di samping itu mengandung bagian-bagian soal aljabar yang luas berikut teori penjumlahan. Buku The Elements sudah merupakan buku pegangan baku lebih dari 2000 tahun dan tak syak lagi merupakan buku
yang paling sukses yang pernah disusun manusia. Begitu hebatnya Euclid menyusun bukunya sehingga dari bentuknya saja sudah mampu menyisihkan semua buku yang pernah dibuat orang sebelumnya dan yang tak pernah digubris lagi. Aslinya ditulis dalam bahasa Yunani, kemudian buku The Elements itu diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa. Terbitan pertama muncul tahun 1482, sekitar 30 tahun sebelum penemuan mesin cetak oleh Gutenberg. Sejak penemuan mesin itu dicetak dan diterbitkanlah dalam beribu-ribu edisi yang beragam corak. Sebagai alat pelatih logika pikiran manusia, buku The Elements jauh lebih  berpengaruh ketimbang semua risalah Aristoteles tentang logika. Buku itu merupakan contoh yang
komplit sekitar struktur deduktif dan sekaligus merupakan buah pikir yang menakjubkan dari semua hasil kreasi otak manusia. Adalah adil jika kita mengatakan bahwa buku Euclid merupakan faktor penting bagi
pertumbuhan ilmu pengetahuan modern. Ilmu pengetahuan bukanlah sekedar kumpulan dari pengamatan-pengamatan yang cermat dan bukan pula sekedar generalisasi yang tajam serta bijak. Hasil besar yang direnggut ilmu pengetahuan modern berasal dari kombinasi antara kerja penyelidikan empiris dan percobaan-percobaan di satu pihak, dengan analisa hati-hati dan kesimpulan yang punya dasar kuat di lain pihak. Kita masih bertanya-tanya apa sebab ilmu pengetahuan muncul di Eropa dan bukan di Cina, tetapi rasanya aman jika kita menganggap bahwa hal itu bukanlah semata-mata lantaran soal kebetulan. Memanglah, peranan yang digerakkan oleh orang-orang brilian seperti Newton, Galileo dan Copernicus
mempunyai makna yang teramat penting. Tetapi, tentu ada sebab-musababnya mengapa orang-orang ini muncul di Eropa. Mungkin sekali faktor historis yang paling menonjol apa sebab mempengaruhi Eropa dalam segi ilmu pengetahuan adalah rasionalisme Yunani, bersamaan dengan pengetahuan matematika yang diwariskan oleh Yunani kepada Eropa. Patut kiranya dicatat bahwa Cina meskipun berabad-abad lamanya teknologinya jauh lebih maju ketimbang Eropa tak pernah memiliki struktur matematika teoritis
seperti halnya yang dipunyai Eropa. Tak ada seorang matematikus Cina pun yang punya hubungan dengan Euclid. Orang-orang Cina menguasai pengetahuan yang bagus tentang ilmu geometri praktis, tetapi pengetahuan geometri mereka tak pernah dirumuskan dalam suatu skema yang mengandung kesimpulan. Bagi orang-orang Eropa, anggapan bahwa ada beberapa dasar prinsip- prinsip fisika yang dari padanya semuanya berasal, tampaknya hal yang wajar karena mereka punya contoh Euclid yang berada di belakang
mereka. Pada umumnya orang Eropa tidak beranggapan geometrinya Euclid hanyalah sebuah sistem abstrak, melainkan mereka yakin benar bahwa gagasan Euclid --dan dengan sendirinya teori euclid-- memang benar-benar merupakan kenyataan yang sesungguhnya. Pengaruh Euclid terhadap Sir Isaac Newton sangat kentara sekali, sejak Newton menulis buku tersohornya The Principia dalam bentuk kegeometrian, mirip dengan The Elements. Berbagai ilmuwan mencoba menyamakan diri dengan Euclid dengan jalan memperlihatkan bagaimana semua kesimpulan mereka secara logis berasal mula dari asumsi asli. Tak kecuali apa yang diperbuat oleh ahli matematika seperti Russel, Whitehead dan filosof Spinoza.  Kini, para ahli matematika sudah memaklumi bahwa geometri Euclid, bukan satu-satunya sistem geometri yang memang jadi pegangan pokok dan teguh serta yang dapat direncanakan pula, mereka pun maklum bahwa selama 150 tahun terakhir banyak orang yang merumuskan geometri bukan a la Euclid. Sebenarnya, sejak teori relativitas Einstein diterima orang, para ilmuwan menyadari bahwa geometri Euclid tidaklah selamanya benar dalam penerapan masalah cakrawala yang sesungguhnya. Pada kedekatan sekitar
"Lubang hitam" dan bintang neutron - -mi salnya-- dimana gaya berat berada dalam derajat tinggi, geometri Euclid tidak memberi gambaran yang teliti tentang dunia, ataupun tidak menunjukkan penjabaran yang tepat mengenai ruang angkasa secara keseluruhan. Tetapi, contoh-contoh ini langka, karena dalam banyak hal pekerjaan Euclid menyediakan kemungkinan perkiraan yang mendekati kenyataan. Kemajuan ilmu pengetahuan manusia belakangan ini tidak mengurangi baik hasil upaya intelektual Euclid maupun dari arti penting kedudukannya dalam sejarah.  

Buku The Element
The Elements terdiri atas tiga belas buku. Buku 1 menguraikan proposisi- proposisi dasar dari geometri bidang datar, termasuk tiga kasus dalam hal kekongruenan segitiga, macam-macam teorema tentang
garis-garis sejajar, teorema mengenai jumlah sudut-sudut dalam sebuah segitiga dan teorema Pythagoras. Buku 2 berkenaan dengan aljabar geometris, karena kebanyakan teoremanya tidak lebih tentang penafsiran aljabar sederhana. Buku 3 menyelidiki lingkaran dan sifat-sifatnya, dan termasuk teorema tentang tangent dan sudut- sudut yang digambarkan. Buku 4 terkait segibanyak beraturan dan lingkaran- lingkaran yang mengelilinginya. Buku 5 mengembangkan teori aritmetika tentang perbandingan. Buku 6 menerapkan teori perbandingan kepada geometri bidang datar, dan memuat teorema-teorema bilangan kembar. Buku 7 menguraikan teori bilangan dasar: misalnya bilangan prima, faktor persekutuan terbesar, dan lain- lain. Buku 8 terkait dengan deret geometri. Buku 9 memuat macam-macam aplikasi dari hasil dua buku sebelumnya, dan memuat teorema-teorema ketakterhinggaan bilangan prima, maupun rumus jumlah deret geometri. Buku 10 berusaha menggolongkan besaran yang tak dapat dibandingkan. Buku 11 menghitung volume relatif dari kerucut, piramida, tabung, dan bola menggunakan metode keletihan. Dan akhirnya, buku 13 meneliti apa yang biasa disebut lima benda padat platonis.

STRUKTUR GEOMETRI EUCLID
Asumsi atau postulat yang ada untuk geometri bidang Euclid adalah :

1. Sesuatu akan sama dengan sesuatu atau sesuatu yang sama akan sama satu sama lainnya.
2. Jika kesamaan ditambahkan dengan kesamaan, maka jumlahnya akan sama.

3. Jika kesamaan dikurangi dari kesamaan, selisihnya akan sama.

4. Keseluruhan akan lebih besar daripada bagiannya.

5. Bangun geometrik dapat dipindahkan tanpa mengubah ukuran atau bentuknya.

6. Setiap sudut memiliki bisektor.

7. Setiap segmen memiliki titik tengah.

8. Dua titik hanya berada pada satu satunya garis.

9. Sebarang segmen dapat diperluas oleh suatu segmen yang sama dengan segmen yang diberikan.
10. Lingkaran dapat digambarkan dengan sebarang titik pusat dan radius yang diketahui.

11. Semua sudut siku ± siku sama besar.

Dari postulat - postulat di atas dapat dideduksi sejumlah teorema dasar. Diantaranya adalah :

1. Sudut bertolak belakang sama besar.

2. Sifat kongruensi segitiga ( SAS, ASA, SSS )

3. Teorema kesamaan sudut dasar segitiga sama kaki dan konversinya

4. Eksistensi garis yang tegak lurus pada garis pada titik dari garis tersebut

5. Eksistensi garis yang tegak lurus pada garis yang melalui titik eksternal

6. Pembuktian suatu sudut yang sama dengan sudut dengan titik sudut dan sisi yang telah diberikan sebelumnya.

7. Pembentukan segitiga yang kongruen dengan segitiga dengan sisi yang sama pada sisi segitiga yang diketahui.


Sekarang akan dibuktikan teorema sudut eksterior, sebagai cara menuju perkembangan lebih lanjut.


1. Teorema sudut eksterior 

Sudut eksterior segitiga akan lebih besar daripada sudut interior terpencil manapun. 

Bukti:

Misal ABC adalah segitiga sebarang dan misalkan D merupakan perpanjangan dari garis BC  melalui C.

Pertama akan ditunjukkan bahwa sudut eksterior  ACD lebih besar dari sudut A. misalkan E merupakan titik tengah garis AC, dan misalkan  BE merupakan
perluasan panjangnya melalui E hingga F. Maka AE = EC =BE = EF dan sudut AEB = sudut CEF (sudut bertolak belakang sama besar).  Jadi segitiga AEB=Segitiga CEF ( SAS ), dan sudut BAE = sudut FCE ( akibat segitiga kongruen ).

Karena sudut ACD > sudut FCE ( keseluruhan sudut selalu lebih besar dari bagiannya ), maka disimpulkan bahwa sudut ACD > sudut BAE = sudut A. Untuk menunjukkan bahwa sudut ACD > sudut B, perluas garis AC melalui C hingga H, yang membentuk sudut BCH. Kemudian tunjukkan bahwa sudut BCH > sudut B, dengan menggunakan prosedur bagian pertama pembuktian:
misalkan M merupakan titik tengah BC  , perluas panjang AM melalui M, dan lain-lain. Untuk melengkapi bukti, perhatikan bahwa sudut BCH dan sudut ACD merupakan sudut bertolak belakang sehingga  sudut tersebut sama besar. Pernyataan sudut ACD > sudut FCE bergantung pada diagramnya. Sekarang mudah melakukan pembuktian beberapa hasil yang cukup penting. 

Teorema 2.
Jika dua garis dibagi oleh garis transversal sehingga membentuk pasangan sudut interior dalam berseberangan, maka garis tersebut sejajar.


Bukti: Ingat kembali bahwa dua garis dalam bidang yang sama dikatakan sejajar
jika garis tersebut tidak bertemu (berpotongan). Misalkan garis
transversal membagi dua garis l, m pada titik A, B sehingga membentuk
pasangan sudut interior dalam berseberangan, sudut 1 dan sudut 2, yang
sama besar, dan misalkan garis l dan garis m tidak sejajar. Maka garis l dan garis m akan bertemu di titik C yang membentuk segitiga ABC. C terletak pada sisi AB atau pada sisi lainnya. Untuk kasus lainnya sudut eksterior segitiga ABC sama engan sudut interior terpencil. (misalkan, jika C pada sisi AB yang sama sebagai sudut 2 maka sudut eksterior sudut 1 sama dengan sudut interior terpencil sudut 2 ). Hal ini kontradiksi dengan teorema sebelumnya. Oleh karena itu garis l dan garis m sejajar.

Akibat 1. Dua garis tegak lurus terhadap garis yang sama pasti sejajar. Sebagai akibat langsung akibat 1 adalah

Akibat 2. Hanya ada satu garis yang tegak lurus terhadap garis melalui titik eksternal.

Akibat 3.
(Eksistensi garis sejajar). Jika titik P tidak berada pada garis l,maka akan ada setidaknya satu garis yang melalui P yang sejajar dengan l.



Bukti: Dari P hilangkan garis tegak lurus pada garis l yang memiliki kaki di Q, dan di P buat garis m yang tegak lurus terhadap PQ. Maka garis m sejajar dengan garis l menurut akibat 1.






Teorema 3
Jumlah dua sudut segitiga kurang dari 180 .


Bukti: ABC merupakan sebarang segitiga. Akan ditunjukkan bahwa sudut A + sudut B < 180 . Perluas CB melalui B hingga ke D. maka dudut ABD merupakan sudut eksterior segitiga ABC. Dengan menggunakan teorema 1, sudut ABD > sudut A, tetapi sudut ABD = 180 - sudut B.dengan mensubstitusikan untuk sudut ABD pada relasi pertama, maka : 180  - sudut B > sudut A, atau 180  > sudut A + sudut B. Jadi, sudut A + sudut B < 180 , dan  teorema tersebut terbukti.

Pengganti Postulat Sejajar
Euclid Postulat sejajar Euclid biasanya digantikan oleh pernyataan berikut ini :
Hanya ada satu garis sejajar pada garis yang melalui titik bukan pada garis tersebut.

Pernyatan ini disebut dengan postulat Playfair. Postulat ini bisa dihubungkan dengan postulat sejajar Euclid karena sebenarnya dua pernyataan ini tidak sama. Pernyataan sebelumnya merupakan pernyataan tentang garis sejajar, dan pernyataan kedua mengenai garis bertemu. Bahkan kedua pernyataan tersebut memainkan peran yang sama dalam perkembangan logis  geometri. Dikatakan pernyataan ini ekivalen secara logis. Hal ini berarti bahwa jika pernyataan pertama dianggap sebagai postulat (bersama
dengan semua postulat Euclid kecuali postulat sejajar), kemudian pernyataan kedua dapat dideduksi sebagai teorema; dan konversinya, jika pernyataan kedua dianggap sebagai postulat (bersama dengan semua postulat Euclid kecuali postulat sejajar), maka pernyataan pertama  dapat dideduksi sebagai teorema. Jadi secara logis, tidak penting dua pernyataan mana yang akan diasumsikan sebagai postulat dan yang mana yang akan dideduksi sebagai suatu teorema.

Ekivalensi Postulat Euclid dan Playfair
Akan dibuktikan ekivalensi postulat Euclid dan postulat Playfair.
Pertama, dengan mengasumsikan postulat sejajar Euclid, maka akan dideduksi postulat Playfair.
Diketahui garis l dan titik P tidak pada l (gambar 2.5), maka akan ditunjukkan bahwa hanya ada satu garis melalui P yang tidak pada l. diketahui bahwa ada garis melalui P yang sejajar dengan l, dan diketahui juga bagaimana cara menggambarnya (akibat 3,teorema 2). Dari P, dihilangkan garis tegak lurus pada l dengan kaki Q dan pada P garis tegak m yang tegak lurus pada segmen PQ . Maka garis m sejajar garis l. Kemudian misalkan garis n sebarang garis melalui P yang berbeda dengan garis m. maka akan ditunjukkan bahwa garis n bertemu dengan garis l. Misalkan sudut 1, 2 menunjukkan sudut dimana garis n bertemu dengan segmen PQ . Maka sudut 1 bukan merupakan sudut siku-siku untuk sebaliknya garis n dan garis m berimpit, berlawanan dengan asumsi. Jadi sudut 1 atau sudut 2 adalah sudut lancip, misalnya sudut 1 yang merupakan sudut lancip.


Ringkasannya, garis l dan garis n dibagi oleh garis transversal sehingga membentuk sudut lancip 1 dan sudut siku ± siku, yang merupakan sudut interior
sudut pada sisi yang sama dari garis transversal tersebut. Karena jumlah sudut tersebut kurang dari 180 , postulat sejajar Euclid dapat diaplikasikan dan disimpulkan  bahwa garis n bertemu dengan garis l. Jadi garis m hanya satu ± satunya garis  yang melalui P yang sejajar dengan garis l dan dideduksikan bahwa postulat Playfair dari postulat
sejajar Euclid.


Sekarang dengan mengasumsikan postulat Playfair, akan dideduksi postulat sejajar Euclid.




Gambar 2.6 Misalkan garis m dibagi oleh garis transversal dititik Q, P yang membentuk sudut 1 dan sudut 2, pasangan sudut interior pada satu sisi garis transversal yang memiliki jumlah sudut kurang dari 180 ( gambar 2.6 ), adalah :


(1)  sudut 1 + sudut 2 < 180
Misalkan sudut 3 menunjukkan tambahan sudut 1 yang terletak pada sisi berlawanan segmen PQ dari sudut 1 dan 2 ( gambar 2.6 ), maka :
(2)  sudut 1 + sudut 3 = 180
Dari hubungan (1), (2) maka :
(3)  sudut 2 < sudut 3

Pada titik P, bentuk sudut QPR yang sama dengan dan yang interior dalam berseberangan dengan sudut 3. Maka sudut 2 < sudut PQR, sehingga segmen RP berbeda dari garis m. menurut teorema 2, segmen RP sejajar dengan l. Karenanya menurut postulat Playfair, m tidak sejajar dengan l. Oleh karena itu, garis m dan l bertemu. Seandainya garis-garis tersebut bertemu di sisi berlawanan dari segmen PR dari sudut 1 dan sudut 2, katakanlah di titik E maka sudut 2 merupakan sudut eksterior segitiga PQE, karena sudut 2 > sudut  3 , berlawanan dengan (3). Akibatnya, pengandaian tadi salah, jadi garis m  dan  l bertemu pada sisi garis transversal segmen PQ yang memuat sudut 1 dan sudut 2. Jadi  postulat sejajar Euclid mengikuti postulat Playfair dan akibatnya dua postulat tersebut menjadi ekivalen.

PERAN POSTULAT SEJAJAR EUCLID
Dengan mengasumsikan postulat sejajar Euclid berikut ini merupakan beberapa hasil penting yang dapat dibenarkan :
1. Jika dua garis sejajar dibagi oleh garis transversal, sebarang pasangan
sudut interior dalam berseberangan yang terbentuk akan sama besar.
2. Jumlah sudut sebarang segitiga adalah 180°.
3. Sisi bertolak belakang dari jajaran genjang adalah sama besar.

4. Garis sejajar selalu berjarak sama.

5. Eksistensi segi empat dan bujur sangkar.

6. Teori luas menggunakan unit persegi.

7. Teori segitiga yang sama, yang termasuk eksistensi bangun dengan ukuran sebarang yang sama dengan bangun yang diketahui.


Postulat sejajar Euclid merupakan sumber untuk banyak hasil yang sangat penting. Tanpa postulat tersebut (atau ekivalennya), kita tidak akan memiliki teori luas yang sudah lama dikenal, teori kesamaan, dan teori Pythagoras yang terkenal itu. Cara dimana Euclid mengatur teoremanya mengimplikasikan bahwa  sesungguhnya Euclid tidak sepenuhnya puas dengan postulat sejajarnya. Euclid manyatakan hal tersebut di awal karjanya tetapi pernyataan itu tidak dipakainya sampai akhirnya dia tidak dapat malakukan kemajuan tanpa postulat tersebut. Agaknya, Euclid memiliki intuisi bahwa postulat sejajar tersebut tidak memiliki kualitas intuitif ataupun sederhana dari postulat lainnya. Rasa yang demikian dilakukan oleh para ahli geometri dalam selama 20 abad. Para ahli mencoba mendeduksi postulat sejajar dari postulat lainnya, atau menggantikan postulat tersebut dengan postulat yang nampaknya lebih pasti.


TOKOH-TOKOH DALAM PERKEMBANGAN EUCLID GEOMETRY


Bukti Proclus tentang Postulat Sejajar Euclid Prolus

Kita asumsikan postulat Euclid bukan sebagai postulat sejajar. Misalkan P merupakan titik tidak berada pada garis l (gambar 2.7). kita bentuk garis m melalui P sejajar dengan garis l dengan cara yang biasa
digunakan. Misalkan segmen PQ tegak lurus dengan l di Q, dan misalkan m tegak lurus dengan segmen PQ di P. Sekarang, anggaplah ada garis lain n melalui P yang yang sejajar dengan l, maka n membentuk sudut lancip dengan garis PQ, yang terletak katakanlah pada sisi kanan segmen PQ . Bagian dari n di sebelah kanan titik P seluruhnya termuat dalam daerah yang dibatasi oleh garis l, m dan segmen PQ . Sekarang dimisalkan X adalah sebarang titik di m yang letaknya di sebelah kanan titik P, misalkan garis XY tegak lurus dengan l di Y dan misalkan garis  tersebut bertemu dengan garis n di Z. Maka garis XY > garis XZ . Misalkan X mundur di garis m, maka XY meningkat secara tidak menentu, karena garis
XY setidaknya sama besarnya dengan segmen dari X yang tegak lurus dengan n. Jadi garis XY juga meningkat secara tidak menentu. Tetapi jarak antara dua garis sejajar harus terbatas. Oleh karena itu, akan menjadi kontradiksi dan pengandaian salah. Jadi, m hanya merupakan satu-satunya garis yang melalui P yang sejajar dengan garis l. Karenanya, postulat Playfair berlaku, dan juga ekivalen dengan postulat sejajar Euclid.


Argumen Prolus tersebut mencakup 3 asumsi :


a. jika dua garis saling berpotongan, jarak pada suatu garis dari satu
titik ke garis lainnya akan meningkat secara tak menentu, karena titik
tersebut mundur (menyusut) tak berujung.

b. segmen terpendek yang menghubungkan titik eksternal pada suatu garis merupakan segmen yang tegak lurus.
c. jarak antara dua garis sejajar adalah terbatas.

(a) dan (b) dapat dibenarkan tanpa bantuan postulat sejajar Euclid. Jadi inti persoalan pembuktian adalah asumsi (c). Proclus mengasumsikan (c) sebagai postulat tambahan. Mari kita sebut sebagai postulat asumsi Proclus tersembunyi. Kemudian bisa dinyatakan: postulat Proclus ekivalen dengan postulat sejajar Proclus. Postulat sejajar Euclid mengimplikasikan bahwa jarak antara garis sejajar selalu konstan, dan terbatas. Konversinya, melalui argumen Proclus dapat dinyatakan bahwa postulat Proclus mengimplikasikan postulat sejajar Euclid. Jadi, Proclus menggantikan postulat sejajar dengan postulat yang ekivalen, dan bukan menetapkan validitas postulat sejajar tersebut.

Percobaan Saccheri untuk Mempertahankan Postulat Euclid

Girolamo Saccheri (1667-1733) melakukan studi yang mendalam tentang geometri dalam buku yang berjudul Euclides Vindicatus, yang diterbitkan di tahun saat kematiannya. Beliau melakukan pendekatan terhadap permasalahan pembuktian postulat sejajar Euclid dengan cara baru yang radikal. Prosedurnya ekivalen dengan mengasumsikan bahwa postulat sejajar Euclid salah, dan menemukan kontradiksi dengan penalaran logis. Hal ini akan mensahkan postulat sejajar dengan menggunakan prinsip metode tak
langsung. Maksud Saccheri adalah studi segi empat yang memiliki sisi yang sama panjang dan tegak lurus dengan sisi ketiga. Tanpa mengasumsikan sebarang postulat sejajar, beliau melakukan studi mendalam
tentang segi empat tersebut yang sekarang disebut dengan segi empat Saccheri. Misalkan ABCD merupakan segi empat Saccheri dengan AD = BC dan sudut siku-siku di A, B (gambar 2.10).  Saccheri membuktikan bahwa sudut C = sudut D dan kemudian mempertimbangkan tiga kemungkinan yang
berhubungan dengan sudut C dan D :

1. hipotesis tentang sudut siku-siku (C = D = 90°)
2. hipotesis tentang sudut tumpul ( C = D > 90°)
3. hipotesis tentang sudut lancip ( C = D < 90°)


Jika postulat sejajar Euclid diasumsikan, maka hipotesis sudut siku-siku akan terjadi (karena postulat sejajar mengimplikasikan bahwa jumlah sudut sebarang segi empat adalah 360°). Argumen dasar Saccheri sebagai berikut: Tunjukkan bahwa hipotesis sudut tumpul dan hipotesis sudut lancip keduanya membawa keadaan kontradiksi. Hal ini akan membentuk hipotesis sudut siku-siku yang ekivalen dengan postulat sejajar Euclid. Saccheri membuktikan menggunakan sederetan teorema yang memiliki alasan yang tepat, bahwa hipotesis sudut tumpul akan menghasilkan kontradiksi. Beliau mempertimbangkan implikasi hipotesis sudut lancip. Di antaranya ada sejumlah teorema yang tidak umum, dua di antaranya kita nyatakan sebagai berikut:

• Jumlah sudut sebarang segitiga kurang dari 180°.
• Jika l dan m merupakan dua garis dalam bidang, maka salah satu dari sifat di bawah ini di penuhi:

a. l dan m berpotongan, dalam kasus di mana dua garis tersebut divergen dari titik perpotongan.

b. l dan m tidak berpotongan tetapi memiliki garis tegak lurus yang sama di mana dua garis tersebut divergen dalam kedua arah dari garis tegak lurus yang sama tersebut.
c. l dan m tidak brpotongan dan tidak memiliki garis tegak lurus yang sama, di mana dua garis
tersebut konvergen dalam satu arah langkah, dan divergen pada arah lainnya. Saccheri tidak memandang sebagai kontradiksi, meskipun beliau pikir harus menganggap sebagai kontradiksi dan bahkan diketahui pada masa sekarang bahwa teori hipotesis sudut lancip Saccheri bebas kontradikisi seperti geometri Euclid.

KESIMPULAN 

1. Geometri Euclid merupakan sistem aksiomatik , dimana semua teorema ("pernyataan yang benar") diturunkan dari bilangan aksioma yang terbatas, artinya hasil-hasil penting/teorema-teorema tersebut merupakan akibat dari postulat sejajar.
2. Peran postulat sejajar Euclid adalah sebagai sumber untuk banyak hasil yang sangat penting. Tanpa postulat tersebut (atau ekivalennya), kita tidak akan memiliki teori luas yang sudah lama dikenal, teori kesamaan, dan teori Pythagoras yang terkenal. Jadi postulat sejajar Euclid akan lebih berperan apabila dideduksi dengan postulat lainnya atau digantikan dengan postulat lainnya yang lebih pasti.

Langkah Penyelesaian Soal Integral Fungsi Rasional

Fungsi rasional adalah suatu fungsi yang berbentuk:

$S(X)=\frac{P(x)}{Q(x)}$

Untuk menyelesaikannya, berikut adalah langkah-langkahnya.
1. Sederhanakan bentuknya apabila pangkat $P(x)>Q(x)$ atau sama dengan. Caranya adalah melakukan pembagian menurun. Misalnya menghasilkan:
$S(x)=r(x) + \frac{t(x)}{Q(x)}$

2. Jika tidak bisa disederhanakan lagi atau telah disederhanakan. Selanjutnya faktorkan Q(x) menjadi $Q(x)=q_1.q_2.q_3 ... q_k$

3. Ubah fungsi rasional yang ada tersebut kedalam bentuk jumlahan-jumlahan pecahan.

Aturannya sbb:

=> Jika $q_i$ faktor dari Q(x) berbentuk:
a. $(ax+b)^n$ maka pecahannya $\frac{A_1}{ax+b} + \frac{A_2}{(ax+b)^2} +...+ \frac{A_n}{(ax+b)^n}$
b. $(ax^2+bx+c)^n$ (tidak dapat difaktorkan lagi) maka pecahannya:
$\frac{A_1x+B_1}{(ax^+bx+c)}+ \frac{A_2x+B_2}{(ax^+bx+c)^2}+...+ \frac{A_nx+B_n}{(ax^+bx+c)^n}$.

And Finally, integralkan menggunakan teknik integrasi yang sesuai.

Contoh Soal:
$\int \frac{1}{(x^3+x)} dx$.
Solved:
$x^3+x=x(x^2+1)$

$\frac{1}{x(x^2+1)}=\frac{A}{x} + \frac{Bx+C}{x^2+1}$
dengan:
$A(x^2+1) + (Bx+C)x=1$.
Untuk mencari A, B, dan C subsitusikan nilai x sebarang (untuk memudahkan ambil x yang merupakan faktor dari penyebut masing-masing).

x=0 maka A=1
x=1 maka 2A+B+C=1 <=> B+C=-1
x=-1 maka 2A+B-C=1 <=> B-C=-1

B+C=-1
B- c=-1
............... +
2B=-2
B=-1 dan C=0

Jadi dekomposisinya atau jumlahan pecahan-pecahannya (subsitusikan nilai A, B, dan C) adalah:
$\frac{1}{x(x^2+1)}=\frac{1}{x} - \frac{x}{x^2+1}$
sehingga integralnya adalah
$\int \frac{1}{x(x^2+1)}dx$
$=\int \frac{1}{x}dx-\int \frac{x}{x^2+1}dx$
$=ln |x| - \frac{1}{2} ln|x^2+1|$.

Latihan untuk Anda:
$\int \frac{1}{x^6-x2} dx$

Solusi Integral Akar tan x dx

Untuk menyelesaikan $\int \sqrt{tan x} \quad dx$, kita gunakan subsitusi $\sqrt{tanx}=y$.

$tan x=y^2$
$sec^2 x dx=2y dy$

$dx=\frac{2y}{sec^2 x} dy$
$dx=\frac{2y}{1+tan^2 x} dy$
$dx=\frac{2y}{1+y^4} dy$

Sehingga:
$\int \sqrt{tan x} \quad dx$
$=\int y\frac{2y}{1+y^4} dy$
$=\int \frac{2y^2}{1+y^4} dy$
$=\int \frac{(y^2 +1)+(y^2-1}{y^4+1} dy$
$=\int \frac{y^2+1}{y^4+1} dy + \int \frac{y^2-1}{y^4+1} dy$
$=\int \frac{1+ \frac{1}{y^2}}{y^2+\frac{1}{y^2}} dy$
$+ \int \frac{1- \frac{1}{y^2}}{y^2+\frac{1}{y^2}} dy$
$=l_1 + l_2$

$l_1$ pake subsitusi $y-\frac{1}{y}=t$
$l_2$ pake subsitusi $y+\frac{1}{y^2}$

Silahkan untuk melanjutkannya!

Contoh Soal Integral Parsial

Integral parsial digunakan apabila integral subsitusi tidak bisa digunakan. Integral parsial dirumuskan sebagai:





Contoh Soal:


Penyelesaian:

Kita ambil x sebagai U yaitu U=x maka du=dx

Otomatis Cos (x) dx sebagai dv atau dv = cos (x) dx maka v=sin (x)

Jadi





=x Sin(x) + Cos(x) + C

Cara Mudah Menyelesaikan Soal Turunan dengan Turunan Implisit

Cara Mudah Menyelesaikan Soal Turunan dengan Turunan Implisit.

Ada soal-soal turunan fungsi yang tidak mudah diselesaikan jika menggunakan pencarian turunan seperti biasa.

Contohnya:
$y=x^{sin x}$, meskipun fungsi ini merupakan fungsi eksplisit.

Untuk menyelesaikan soal ini coba kita gunakan Cara Mudah Menyelesaikan Soal Turunan dengan Turunan Implisit yaitu sbb:

$y=x^{sin x}$
$ln y=ln x^{sin x}$
$ln y=sin x. ln x$
$Dx[ln y]=Dx[sin x . ln x]$
$\frac{1}{y} Dx[y]=Dx Sinx . lnx + sin x . Dx lnx$
$\frac{1}{y} Dx[y] =cosx. lnx +sinx. \frac{1}{x}$
$Dx[y]$
$=\frac{1}{y} (cos x. lnx + sinx . \frac{1}{x})$

Jadi, turunan fungsi di atas adalah $\frac{1}{y} (cos x. lnx + sinx . \frac{1}{x})$
$=\frac{1}{x^{sin x}} (cos x. lnx + sinx . \frac{1}{x})$

Demikian Cara Mudah Menyelesaikan Soal Turunan dengan Turunan Implisit

Definisi Matriks dan Kesamaan Dua Matriks

Kegunaan Matriks

Matriks merupakan bahasan dari Aljabar Linear yang materinya diperoleh secara mendalam pada saat kita menempuh pendidikan matematika universitas. Aljabar Linear merupakan bidang aljabar yang khusus membahas persamaan Linear dan cara menyelesaikannya. Matriks mulai dipelajari pada Matematika SMA kelas XI. Pada Matematika SMP pemecahan persamaan linear hanya melibatkan satu dan dua variabel dengan cara subsitusi dan eliminasi sehingga materi matriks tidak diajarkan. Sedangkan pada matematika SMA pemecahan persamaan linear sudah melibatkan 3 variabel yang tidak mudah diselesaikan dengan metode subsitusi-eliminasi. Olehnya itu diperkenalkan Konsep Matriks sebagai landasan kita dalam menyelesaikan persamaan linear bahkan dengan n variabel sekalipun. Apakah yang dimaksud dengan matriks ?

Definisi Matriks

Matriks didefinisikan sebagai susunan bilangan atau fungsi yang tersusun dalam baris dan kolom serta diapit oleh kurung siku. Udah tahu kan? Bilangan atau fungsi tersebut dinamakan entri atau elemen dari matriks. Dalam penulisan, kita menggunakan huruf besar untuk melambangkan sebuah matriks sedangkan entri (elemen) matriks kita menggunakan huruf kecil.

Contoh:


Elemen matriks adalah suatu elemen yang berupa bilangan atau fungsi.




Pada matriks B elemen matriksnya berupa bilangan real sedangkan matriks C mempunyai elemen yang berupa fungsi.

Ordo

Dalam matriks ukuran matriks disebut dengan ordo yaitu banyak baris X banyak kolom (tanda X bukan menyatakan perkalian, tetapi hanya sebagai tanda pemisah).

Contoh:

Pada contoh tersebut Matriks A berordo 2 X 3 yang artinya banyaknya baris ada 2 dan banyaknya kolom ada 3.

Bentuk Umum Matriks

Secara umum sebuah matriks A berordo m X n dapat ditulis :



atau penulisan yang lebih singkat: dengan i=1, 2, ... , m dan j=1, 2, ... , n. Indeks pertama (i) menyatakan baris ke-i dan indeks kedua (j) menyatakan kolom ke-j

Apakah Artikel ini bermanfaat ?

Kesamaan Dua Himpunan

Misal dua matriks A dan B dikatakan sama jika:
1. Mempunyai ordo sama. 2. Entri-entri yang bersesuaian atau seletak sama.
Contoh:



Matrik A=B yaitu:

Contoh Soal:
1. Diketahui dan Tentukan nilai x dan y jika P = Q !

JAWAB:$
X-1=5
<=> x=5+1
<=> x=6


12=2y
<=> 2y=12
<=> y=12/2
<=> y=6
$Jadi diperoleh $x=6$ dan $y=6$.


Artikel ini ditulis dalam bentuk yang dapat mudah untuk dipahami, jadi jika artikel ini kurang dipahami, mohon dimaafkan, wassalam....

Teorema L'Hopital

Teorema L'Hopital


Andaikan dan Jika berbentuk bilangan terhingga (finite) atau tak-hingga (infinite) maka:




Contoh:




Catatan:
Selain bentuk tak-tentu 0/0 Penggunaan Teorema L'Hopital juga digunakan pada bentuk tak-tentu lainnya seperti

Contoh:

adalah bentuk tak-tentu jenis

sehingga untuk menyelesaikannya gunakan Aturan L'Hospital sbb:



Pengertian Himpunan dalam Matematika

Kita mengenal dan mempergunakan konsep himpunan dalam kehidupan
sehari-hari, misalnya Himpunan Mahasiswa Pendidikan Matematika,
Himpunan Wanita Karya, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), dll.
Konsep himpunan ini tidak hanya dipergunakan secara intuitif dalam
kehidupan sehari-hari, tetepi telah pula dikembangkan menjadi konsep
formal yang dewasa ini menjadi konsep yang paling mendasar dalam
matematika. Konsep-konsep dasar lainnya dalam matematika (seperti
relasi, fungsi, operasi, dsb) didefinisikan dengan menggunakan konsep
himpunan itu. Contohnya pada Fungsi yang didefinisikan sebagai relasi
khusus yang memetakan himpunan A ke himpunan B tepat satu kali.

Apa pengertian dari himpunan itu sendiri ? Kita memahami himpunan
sebagai suatu kumpulan atau koleksi obyek-obyek (konkret maupun
abstrak) yang mempunyai kesamaan sifat tertentu. Misalkan "Kumpulan
Hewan Pemakan Rumput" angota-anggotanya adalah sapi, kambing, kuda,
dll. yang mempunyai karakter yang sama yaitu "pemakan rumput" sehingga
buaya, harimau, dan singa secara tegas dibedakan dan bukan dari
himpunan tersebut. Bagaimana dengan Sekumpulan wanita cantik apakah
termasuk himpunan? Jawabannya adalah tidak. Ukuran cantik tidak bisa
didefinisikan secara jelas apakah cantik itu harus mempunyai tinggi
sekian, hidungnya seperti ini, matanya begini, atau warna kulit harus
putih. Cantik itu relatif karena setiap orang mempresepsikan Cantik
secara berbeda-beda, jadi "kumpulan wanita cantik" bukanlah suatu
himpunan. Suatu himpunan haruslah terdefinisi secara tegas, dalam arti
bahwa untuk setiap objek dalam semestanya dapat ditentukan secara
tegas apakah objek tersebut merupakan anggota himpunan itu atau tidak.
Dengan perkataan lain, untuk setiap himpunan terdapat batas yang tegas
antara obyek-obyek dalam semesta yang merupakan anggota dan
obyek-obyek dalam semesta yang tidak merupakan anggota dari himpunan
itu. Oleh karenanya himpunan semacam itu seringkali juga disebut
himpunan tegas (crisp set).

Kesimpulan dari pembahasan di atas, bahwa pengertian Himpunan adalah
sekumpulan objek atau benda yang terdefinisi dengan jelas.
Contoh:
Himpunan huruf abjad vokal anggotanya adalah a, i, u, e, dan o

Cara Menyatakan Himpunan tersebut yaitu:
A={himpunan huruf abjad vokal}
atau,
A={a, i, u, e, o}.

Sekian dulu ya, untuk selanjutnya akan dibahas bagaimana cara
menyatakan himpunan.

Materi Logika Matematika

Materi Logika Matematika

Logika Matematis adalah ilmu yang mempelajari secara sistematis
kaidah-kaidah penalaran yang absah (valid). Logika Matematis dikenal
juga sebagai Logika Simbolik yang memanfaatkan simbol-simbol matematis
untuk mempresentasikan bahasa alamiah manusia. Dalam dunia ilmu
dikenal dua penalaran yaitu Penalaran Deduktif dan Penalaran
Induktif.

¤Logika Simbolik terdiri dari dua cabang utama, yaitu :
A. Logika Proposisi; dan
B. Logika Predikat.

A. Logika Proposisi terdiri dari :
1. Proposisi Atomik yaitu proposisi yang tidak memuat proposisi lain
sebagai komponennya.
Contoh:
- Ir. Soekarno adalah Presiden RI yang pertama.
- 2+3=5
2. Proposisi Majemuk adalah proposisi yang dibentuk dari
proposisi-proposisi atomik yang dirangkaikan dengan menggunakan
Operasi Logis.
Contoh:
Saya menyukai matematika atau bahasa inggris. (Menggunakan operasi
logis disjungsi)

¤Operasi Logis dalam Logika Matematika terdiri dari:
1. Operasi Uner, yaitu operasi logis yang hanya melibatkan satu
proposisi atomik. Negasi dari suatu proposisi merupakan operasi uner
dalam logika matematika.
2. Operasi Biner, yaitu operasi yang melibatkan dua proposisi atomik.
Konjungsi, Disjungsi, Implikasi, dan Ekivalensi merupakan operasi
biner dalam logika matematika.

¤Kelima operasi logis di atas akan dibahas secara Sintatik dan
Semantik. Pembahasan secara Sintatik akan menjelaskan bagaimana aturan
untuk membentuk proposisi yang menggunakan operasi logis sedangkan
pembahasan secara semantik akan menguraikan bagaimana nilai kebenaran
dari proposisi yang telah dibentuk.

Seperti yang telah dijelaskan, logika matematis memanfaatkan
simbol-simbol sehingga disebut logika simbolik. Suatu pernyataan yang
disimbolkan atau dilambangkan dengan variabel-variabel dinamakan
sebagai Bentuk Proposisi. Variabel proposisi itu ialah huruf yang
melambangkan suatu pernyataan, biasanya digunakan huruf, p, q, dan r.
Jika semua variabel proposisi dalam bentuk proposisi disubsitusikan
dengan suatu proposisi tertentu (yang mempunyai nilai kebenaran
tertentu), maka akan dihasilkan suatu nilai kebenaran dan dapat
disusun dalam suatu tabel kebenaran. Ada tiga pembahasan bentuk
proposisi mengenai Nilai Kebenaran jika kita melakukan subsitusi oleh
suatu proposisi tertentu.

1. Tautologi, yaitu suatu bentuk proposisi yang selalu menghasilkan
nilai benar untuk setiap subsitusi yang mungkin ke dalam
variabel-variabelnya.
2. Kontradiksi, yaitu kebalikan dari tautologi karena untuk setiap
subsitusi yang mungkin nilai kebenaranya selalu salah.
3. Kontigensi yaitu untuk setiap subsitusi variabel-valiabel yang
mungkin maka bentuk proposisi yang dihasilkan adalah bernilai benar
atau salah.

B. Logika Predikat
Tidak semua penarikan kesimpulan yang sah dapat dilakukan dengan
Logika Proposisi karena logika proposisi hanya memandang proposisi
sebagai suatu unit tanpa memperhatikan susunan internalnya.
Contoh:
Premis 1: Semua Mahasiswa mempunyai telepon genggam.
Premis 2: Fredi adalah mahasiswa.
Kesimpulan: Fredi mempunyai telepon genggam.

Akal sehat kita mengatakan bahwa penalaran tersebut absah.
Perhatikan di bawah ini, jika proposisi/pernyataannya dipandang
sebagai suatu unit dan misalkan disimbolkan dengan p, q, dan r maka :

Premis1 : P
Premis 2: q
Kesimpulan: r

Dalam tabel kebenaran, mudah diperlihatkan bahwa "Jika p dan q maka r"
bukanlah suatu Tautologi.

Logika predikat ini digunakan ketika proposisi atomik tidak dipandang
sebagai unit tetapi memperhatikan susunan internalnya ( subjek dan
predikat) yang bersifat umum atau khusus dalam melakukan penyimpulan.
Dalam contoh di atas, premis 1 bersifat umum karena menggunakan kata
semua mahasiswa dan premis 2 bersifat khusus karena menyatakan Fredi
sebagai salah satu mahasiswa. Selanjutnya, dari segi stuktur internal
premis 1 terdiri dari dua bagian, yaitu subjek (mahasiswa) dan bagian
predikat (mempunyai telepon genggam). Logika inilah yang
mengakomodasi struktur internal dari proposisi-proposisinya.

Logika Predikat terdiri dari dua pembahasan yaitu Proposisi Umum
(Universal) dan Proposisi Khusu (Eksistensial).

Selain dari pada itu, dalam logika matematika kita dituntut untuk
dapat membuktikan suatu Tautologi dengan menggunakan kaidah inferensi
atau bentuk yang telah dibuktikan kebenarannya dan kita harus juga
dapat melakukan suatu pembuktian yang dinamakan dengan Metode
Pembuktian dalam Matematis.

Pengembangan Landasan Matematika

Perjalanan bangunan matematika dimulai dari logika, himpunan, relasi,
dan fungsi sebagai landasan pengembangan bidang matematika lainnya.
Bangunan matematika tersebut disusun secara deduktif berpangkal dari
aksioma dan definisi untuk membuktikan secara sah kebenaran-kebenaran
matematis yang disebut teorema.

Ilmu logika semula merupakan bagian dari ilmu filsafat dan telah mulai
dikembangkan oleh para filsuf Yunani Kuno ratusan tahun sebelum
masehi, seperti Thales, Pythagoras, Aristoteles, Euclides, dll.

¤Thales (624-545 SM) adalah ahli filsafat pertama yang menggunakan
metode ilmiah (dan bukan mitologi) untuk menjelaskan fenomena alam
semesta. Secara khusus ia adalah orang pertama Yunani yang
menggunakan metode deduktif untuk membuktikan kebenaran-kebenaran
pernyataan-pernyataan dalam Geometri. Thales sering kali disebut
"Bapak Ilmu Pengetahuan".

¤Pythagoras (566-497 SM)
Murid Thales mengembangkan Geometri dan ilmu yang semula bersifat
empiris menjadi ilmu eksak yang bersifat deduktif dengan membuktikan
kebenaran-kebenaran pernyataan-pernyataan di dalamnya. Salah satu
dalil yang dibuktikan oleh Pythagoras yaitu dikenal dengan "Teorema
Pythagoras". Metode deduktif oleh Thales dan Pythagoras itulah yang
merupakan awal pengembangan logika.

¤Aristoteles (384-322 SM) adalah ilmuwan pertama yang menggunakan
lambang-lambang dalam logika dan mengembangkannya menjadi ilmu logika
formal. Sumbangan utama Aristoteles adalah Silogisma yaitu suatu
kaidah penarikan kesimpulan. Logika yang dikembangkan Aristoteles
adalah Cikal bakal Logika Matematis yang dikembangkan pada abad ke-19.

¤Euclides (322-275 SM) yang dikenal sebagai "Bapak Geometri" adalah
peletak dasar-dasar Geometri sebagai ilmu deduktif. Dalam karya
monumentalnya yang berjudul "Elementa", ia membangun Geometri
berdasarkan seperangkat definisi, postulat (aksioma), dan
pengertian-pengertian umum.

Logika Matematis disebut juga logika simbolik merupakan bagian dari
ilmu logika yang dikembangkan pada zaman modern oleh George Boole,
Augustus De Morgan, Gottlob Frege, Bertrand Russell, dll. dengan
memanfaatkan konsep dan metode matematis. Pada dasarnya ada dua metode
matematis yang digunakan untuk mengembangkan logika yang tradisional
menjadi logika matematis yaitu metode aljabar dan metode aksiomatik.
Metode aljabar adalah metode yang dengan menggunakan lambang-lambang
matematis, mengoperasikan unsur-unsur matematika untuk menghasilkan
unsur lainnya. Metode aksiomatik yaitu metode untuk membangun
matematika berdasarkan seperangkat lambang, formula, aksioma, dan
kaidah-kaidah penarikan kesimpulan.

Matematika pada dasarnya bekerja dengan himpunan yaitu sekumpulan
objek konkret atau abstrak yang mempunyai ciri-ciri tertentu. Konsep
"Himpunan" semula digunakan secara intuitif saja dan hanya mengenai
himpunan-himpunan berhingga. Konsep himpunan secara formal baru mulai
dikembangkan menjelang abad ke-19 oleh matematikawan Jerman, George
Cantor (1845-1918). Melalui penelitiannya mengenai himpunan tak
hingga, ia meletakkan dasar bagi Teori himpunan yang formal.

Himpunan tidak hanya merupakan objek yang dipelajari oleh Matematika,
tetapi juga merupakan sarana yang dipergunakan untuk membangun dan
mengembangkan konsep-konsep dan kebenaran-kebenaran matematis. Salah
satu konsep dasar dalam matematika yang dibangun dengan menggunakan
himpunan adalah konsep relasi yang merumuskan kaitan antara entitas
dalam matematika. Dengan konsep relasi dapat dirumuskan hubungan
antara elemen-elemen dalam suatu himpunan dan lain-lain. Dari situ
muncul konsep-konsep lainnya seperti Partisi, poset, kisi, dsb.

Salah satu bentuk khusus yang amat penting dari relasi adalah fungsi (
atau pemetaan), yang mendasari konsep penting lainnya dalam
matematika. Dengan menggunakan konsep fungsi dapat dibandingkan dua
buah himpunan termasuk dua buah himpunan dengan Struktur Aljabar
tertentu (seperti Grup, Gelanggang, Medan, Ruang Vektor) dan dapat
dibangun konsep-konsep dasar lainnya dalam berbagai bagian dari
matematika, seperti Determinan, operasi, barisan, transformasi
geometri, dsb


My Referensi:
Susilo, Frans.2012. Landasan Matematika. Yogyaarta:Graha Ilmu

Pengantar Dasar Matematika (Landasan Matematika)

Banyak ahli matematika mengatakan bahwa "Mathmatics is the queen as well as the servant of all sciences" (Matematika adalah ratu sekaligus pelayan ilmu pengetahuan). Sebagai ratu, matematika seolah-olah bersinggasana di atas semua ilmu pengetahuan karena matematika berkembang tanpa mendasarkan dirinya pada ilmu-ilmu lainnya. Sebagai pelayan, matematika melayani ilmu-ilmu lainnya yang menggunakan matematika dalam penelititan dan pengembangan dirinya.

Untuk itu perlunya seseorang mengenal dan mempelajari matematika sekurang-kurangnya pada tingkat dasar dan menegah. Salah satu unsur esensial matematika adalah bagian yang melandasi bangunan ilmu Matematika itu, yang dewasa ini disebut Landasan Matematika.

Ibarat suatu bangunan, sekurang-kurangnya terdiri dari dua bagian pokok, yaitu bangunannya sendiri dan fondasi atau landasan di atas mana bangunan itu didirikan. Jika matematika di ibaratkan seperti itu, maka matematika pun mempunyai landasan dalam membangun bangunan keilmuannya. Landasan matematika tidak hanya berfungsi sebagai penyokong atau penopang bangunan matematika, tetapi juga sebagai sarana yang diperlukan untuk membangun dan mengembangkan matematika itu sendiri. Misalkan dapatkah kalkulus dibangun tanpa teori himpunan, sementara sistem bilangan real menjadi karakter utama atau objek dalam kalkulus? Dan Bisakah teorema-teorema atau rumus dipercaya kebenarannya tanpa pembuktian formal atau penalaran ? Untuk itu dierlukan suatu dasar atau landasan dalam membangun keilmuan matematika. Landasan tersebut adalah:

¤ Logika Matematis
¤ Himpunan
¤ Relasi
¤ Fungsi 

Unsur pokok dari landasan matematika tersebut adalah Logika Matematika dan Teori Himpunan. Alur dari perjalanan bangunan matematika dimulai dari Logika, Himpunan, Relasi, dan Fungsi.


My Referensi:
Susilo, Frans. 2012. Landasan Matematika. Yogyakarta:Graha Ilmu.

Statistik Matematika

Kita harus dapat membedakan apa yang dimaksud Statistik, Statistik
Dasar, Statistika, dan Statistik Matematika. Karena kesemuanya itu
memiliki arti yang berbeda, berikut penjelasannya.

1. Pengertian Statistik

Statistik secara etimologis (asal kata) berasal dari bahasa latin
"status" yang dalam bahasa inggris "State" yang berarti negara.
Mengapa disebut negara ? Karena sejak dahulu kala statistik hanya
digunakan untuk kepentingan negara seperti jumlah penduduk, pendapatan
penduduk, perpajakan, dll.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), statistik adalah
angka-angka (bilangan); perangkaan ; data yang berupa angka yang
dikumpulkan, ditabulasi, digolong-golongkan sehingga dapat memberi
informasi yang berarti mengenai suatu masalah atau gejala.

Menurut Sudjana, statistik adalah kumpulan angka-angka yang melukiskan
atau menggambarkan suatu persoalan, biasanya disusun dalam tabel atau
daftar, sering disertai diagram atau grafik atau keterangan lain
seperlunya.

Dengan demikian berdasarkan penjelasan di atas, statistik adalah
susunan angka yang memberikan gambaran tentang diagram, histogram,
poligon frekuensi, ozaiv (ogive), ukuran penempatan (median, kuartil,
desil, dan persentil), ukuran gejala pusat (rata-rata hitung,
rata-rata ukur, rata-rata harmonik, dan modus), simpanan baku, angka
baku, kurva normal, korelasi dan regresi linear. Statistik dalam
artian ini adalah statistik dalam arti yang sempit yang disebut juga
Statistik Deskriptif. Materi-materi yang disebutkan di atas adalah
materi matakuliah Statistik Dasar bagi mereka yang lanjut ke Perguruan
Tinggi sedangkan pada tingkat Menengah pertama (SMP) yaitu masalah
penyajian data, mean, median, modus, desil, persentil, dan peluang
sama halnya pada tingkat menengah atas (SMA) juga dipelajari.

2. Pengertian Statistika

Statistika (cabang ilmu statistik) merupakan salah satu alat untuk
mengumpulkan data, mengolah data, menarik kesimpulan, dan membuat
keputusan berdasarkan analisis data yang dikumpulkan tadi. Pengertian
ini disebut sebagai pengertian statistik dalam arti luas. Statistik
dalam arti luas ini meliputi statistik dalam arti sempit (Statistik
Deskriptif) dan Statistik Inferensial. Pada statistik deskriftif hanya
menggambarkan dan menganalisis kelompok data yang diberikan tanpa
penarikan kesimpulan sedangkan statistik inferensial menyangkut
penarikan kesimpulan tentang populasi yang didasarkan pada sampel yang
ditarik dan populasi. Statistik dalam arti luas disebut juga dengan
dengan istilah Statistika (Statistics, Statistik Inferensial,
Statistik Induktif, Statistik Probabilitas).
Contoh :
¤Statistik Parametrik
¤Statistik Non Parametrik
¤Statistik Matematika
¤Statistik Praktis

¤Statistik Parametrik dapat digunakan apabila datanya memenuhi
persyaratan berikut ini:
-Berupa Interval
-Normal
-Homogen
-Random
-Linear
Contoh:
-Pengujian hipotesis
-Regresi (untuk penyimpulan)
-Korelasi (untuk penyimpulan)
-Uji t
-Anova
-Ancova

¤Statistik Non Parametrik dipakai apabila data kurang dari 30, atau
tidak normal, atau tidak linear.
Contoh:
-Tes Bibomial
-Tes Chi Kuadrat
-Kruskal-Wallis
-Fredman
-Tes KomogorovSmimov

¤Statistik Matematika ialah ilmu yang mempelajari asal-usul atau
penurunan sifat-sifat, dalil-dalil, rumus-rumus serta dapat diwujudkan
ke dalam model-model lain yang bersifat teoritis.

¤Statistik Praktis ialah penerapan statistik Matematis kedalam
berbagai bidang ilmu lainnya sehingga lahirlah istilah Statistika
Kedokteran, Statistik Sosial, dsb,

3. Peranan Statistik
Statistik berperan sebagai alat untuk :
-Deskripsi yaitu menggambarkan atau menerangkan data;
-Komparasi yaitu membandingkan data;
-Korelasi yaitu mencari besarnya hubungan data dalam suatu penelitian.
-Regresi yaitu meramalkan pengaruh data yang satu terhadap yang lainnya.
Kesemuanya itu digunakan untuk Skripsi, Tesis atau desertasi kita
nantinya dalam penelitian.

Nah, gimana udah tahu kan ?

Teori Bilangan

Teori Bilangan
Asal mula Teori Bilangan, sejarah teori tentang bilangan, tidak dapat ditelusuri kapan konsep tentang bilangan pertama kali digunakan. Tentunya konsep bilangan telah ada sebelum alam semesta ini ada. Sang
Pencipta alam ini, Allah, SWT. telah mererangkan dalam Al-Quran tentang penciptaan bumi dan langit selama 6 masa.
" Sungguh, Tuhanmu (adalah) Allah yang menciptakan langit dan bumi
dalam enam masa . . ."
QS. Al-Araf: 54

Dengan kata lain manusia pertamalah, Adam as. yang mengajarkan pertama kali mengenai konsep bilangan yang telah diajarkan dan diberi pengetahuan tentang apa-apa yang ada di bumi, lantas Nabi Adam, as.
pun menyebutkan satu per satu kepada para malaikat. (Allahu'alam)

" Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia
perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, sebutkan kepada-Ku
nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!" 
QS. Al-Baqarah: 31

" Dan (Allah) berfirman, "Wahai Adam! Beri tahukanlah kepada mereka
nama-nama itu!"....
QS. Al-Baqarah : 33 


Seiring berjalannya waktu manusia berkembang menjadi populasi yang besar dan tersebar di muka bumi. Dimulailah peradaban-peradaban baru yang menggantikan peradaban yang lama hingga pada modern saat ini. Pada mulanya di zaman purbakala banyak bangsa-bangsa yang bermukim sepanjang sungai-sungai besar. Mesir sepanjang sungai Nil di Afrika, Babilonia di Sungai Tigris dan Sungai Eufrat, Hindu di sungai Indus dan Gangga, Cina di sungai Huangho dan Yang Tze. Tentunya bangsa-bangsa itu, memerlukan keterampilan untuk bercocok tanam atau mencari penghidupan misalkan bertani dengan cara membuat irigasi,mengeringkan rawa- , mengendalikan banjir, membuat petakan tanah pertanian, untuk itu diperlukan pengetahuan praktis yaitu pengetahuan teknik dan matematika bersama-sama.

Secara tradisional, teori bilangan adalah cabang dari matematika murni yang mempelajari sifat-sifat bilangan bulat dan mengandung berbagai masalah terbuka yang dapat mudah mengerti sekalipun bukan ahli
matematika.

Dalam teori bilangan dasar, bilangan bulat dipelajari tanpa menggunakan teknik dari area matematika lainnya.

Contoh : 8a=8b
Dilakukan dengan cara menggunakn sifat penghapusan faktor yang sama sehingga menjadi, 

8a=8b
a=b

Bukan seperti ini:
(1/8).8a =(1/8).8b
a=b
juga benar tetapi menggunakan cara mengalikan di kedua ruas dengan bilangan rasional (1/8) yang bukan bilangan bulat.


Cakupan dalam Teori Bilangan misalnya, pertanyaan tentang :
¤ Sifat Dapat Dibagi (Keterbagian)
¤ Algoritma Euclides
¤ Faktorisasi Bilangan Bulat dalam Bilangan Prima
¤ Penelitian tentang Bilangan Sempurna, dan
¤ Kongruensi
Pertanyaan dasar lainnya adalah tentang :
¤ Teorema Kecil Fermat
¤ Teorema Euler
¤ Teorema Sisa Tiongkok
¤ Hukum Keresiprokalan Kuadrat
¤ Sifat dari Fungsi Multiplikatif seperti Fungsi Mobius dan Fungsi phi Euler
¤ Barisan Bilangan Bulat seperti Faktorial dan Bilangan Fibonacci.
Akan dipelajari pada Teori Bilangan.

My Referensi :
 ¤Wikepedia
 ¤Tafsir Ilmu Pengetahuan
 ¤Sumber Internet yang tidak dicantumkan.

Kalkulus

Kalkulus merupakan cabang matematika yang mencakup limit, turunan,
integral, dan deret tak hingga. Kalkulus berasal dari bahasa latin
"calculus" yang artinya batu kecil, untuk berhitung. Kalkulus adalah
ilmu yang mempelajari perubahan, sebagaimana geometri yang mempelajari
bentuk dan aljabar yang mempelajari operasi dan penerapannya untuk
memecahkan persamaan.

Kalkulus memiliki aplikasi yang luas dalam bidang sains, ekonomi, dan
teknik serta dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat
dipecahkan oleh aljabr elementer.

Cabang utama dari kalkulus adalah kalkulus diferensial dan kalkulus
integral yang keduanya saling berhubungan melalui teorema dasar
kalkulus. Cabang kalkulus lainnya yaitu kalkulus proposional, kalkulus
variasi, kalkulus lambda dan kalkulus proses. Pada tingkat Universitas
kalkulus dipelajari pada matakuliah semester awal karena menjadi
sangat penting untuk menunjang matakuliah tingkat atas. Dalam
matakuliah tersebut terbagi dalam kalkulus 1 untuk semester 1,
kalkulus 2 untuk semester 2, dan kalkulus lanjut untuk semester 3.
Karena begitu esensialnya, pelajaran kalkulus dikatakan sebagai pintu
gerbang menuju pelajaran matematika lainnya, yang khusus mempelajari
fungsi dan limit, yang secara umum dinamakan analisis matematika,
Kalkulus diferensial yang khusus mempelajari bagaimana menyelesaikan
persamaan diferensial, dan lain sebagainya.

Pengantar Geometri Analitik Bidang-Matematika Universitas

Geometri secara bahasa terdiri dari dua kata, geo yang artinya bumi
dan metri, ukur. Jadi geometri secara etimologis disebut sebagai ilmu
ukur bumi.

Sejarah kata geometri, berasal dari bangsa Yunani Kuno yang ketika itu
tidak dapat menentukan luas suatu bidang datar di atas tanah yang
bentuknya tak beraturan. Mereka berusaha untuk memecahkan persoalan
tersebut. Manusia pada zaman itu sulit untuk menentukan luas lahan
pertanian ataupun daerah kekuasaannya.

Seorang dari bangsa Yunani yang bernama Euclides (nama belakang)
disebut-sebut sebagai pencetus pertama yang mempopulerkan istilah
geometri dalam bukunya, pembahasan buku tersebut yang terdiri dari 12
bab adalah awal mula berkembangnya ilmu geometri sebagai bidang
matematika. Atas jasa-jasanya ia digelari sebagai "Bapak Geometri".

Dengan pendekatan-pendekatan tersebut seperti meletakkan konsep
segi-empat di atas bidang datar sehingga dapat ditentukan luas tanah
dengan menggunakan formula atau rumus.

Selang beberapa abad kemudian, berkembanglah kajian ilmu geometri
seiring bermunculannya ilmuwan matematikawan seperti Phytaghoras,
Papyrus, dan lain-lain.

Matakulia Geometri Analitik Bidang (GAB) adalah sebuah matakuliah yang
berusaha untuk menginterpretasikan bentuk-bentuk geometri seperti
garis, segi tiga, segi empat, dan lain-lain ke dalam bentuk aljabarnya
atau persamaan. Dengan kata lain GAB adalah matakuliah yang berusaha
mengkaji geometri secara analitik. Misalnya, bagaimana menentukan
persamaan garis, lingkaran, elips, atau irisan kerucut lainnya,
bagaimana melukis bangun-bangun geometri tertentu di R2 dalam sistem
koordinat kartesius dan kutub, dll.

Dalam buku berjudul Geometri Analitik Bidang ditulis oleh Drs. La
Arapu, Msi, GAB terdiri dari 9 bab pembahasan yaitu:

Bab 1: Sistem Koordinat Kartesius dan Vektor

Bab 2: Garis

Bab 3: Segitiga dan Segiempat

Bab 4: Longkaran

Bab 5: Irisan Kerucut

Bab 6: Melukis Grafik IK dalam Gabungan beberapa Sistem Koordinat di R2

Bab 7: Koordinat Kutub

Bab 8: Irisan Kerucut dalam Vektor

Bab 9: Matriks dan Irisan Kerucut

Pengantar Strategi Belajar Mengajar Matematika

Matematika merupakan mata pelajaran yang kebanyakan orang
menganggapnya sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan sangat
sedikit orang yang menyukainya. Misalkan kita ingin mensurvey dari
suatu sekolah siswa di kelas, diperoleh satu dua orang saja yang gemar
dengan matematika.

Terdapat dua kelompok yang berpendapat mengenai matematika. Pertama,
Matematika dikatakan sulit bagi mereka yang memang tidak mempunyai
dasar pengetahuan tentang matematika, sebaliknya yang kedua matematika
itu mudah dan menyenangkan bagi orang yang banyak pengetahuan tentang
matematika.

Ada yang mengatakn, belajar matematika harus berbakat kalau tidak
berbakat sulit untuk mempelajarinya. Apakah memang benar demikian ?
Tidak ! Bakat hanyalah penunjang yang menentukan adalah seberapa besar
usaha yang ia lakukan dalam belajar dan tingkat pencapaian yang baik.
Meskipun ia berbakat tetapi tidak mengembangkannya , itu percuma saja
yang terpenting adalah dimana ada usaha pasti akan terwujud.

Kesuksesan belajar itu tergantung dari strategi atau cara ia belajar.
Apakah dengan belajar sendiri, mengikuti kursus atau dengan cara-cara
tertentu. Lalu, apa yang menjadi perhatian bagi seseorang yang sedang
atau ingin belajar matematika atau bahkan mengajarkannya ? Yaitu
perlunya <b>STRATEGI BELAJAR MENGAJAR MATEMATIKA</b> yang baik dan
benar.

Perlunya sosialisasi yang baik dan benar kepada para siswa agar mereka
merasa dekat, akrab, dan tidak takut lagi dengan matematika. Khususnya
pada pelajaran sekolah, matematika diberikan melalui pembelajaran yang
menyenangkan serta menggunakan metode CTL(contextual Teaching &
Learning), yaitu suatu pembelajaran yang materinya dikaitkan dengan
kehidupan nyata sehari-hari.

Metode yang baik saat ini, adalah Metode yang kontekstual dan
variatif. Metode CTL digunakan sebagai usaha untuk mengkongkritkan
matematika dalam kehidupan nyata dan metode variatif sebagai strategi
terbaik yang dilakukan dengan cara menggunakan metode yang sudah ada
atau baru ada disebabkan setiap siswa adalah pribadi yang unik yang
tidak bisa disamaratakan, ada siswa yang pintar, agak pintar, kurang
pandai, dan lain sebagainya.

Kesimpulannya bahwa Strategi Belajar Mengajar Matematika sesuai dengan
pembelajaran yang kontekstual dan menggunakan metode variatif

My REFERENSI:

Kurniawan, Suryadi. Siap Juara Olimpiade Matematika SMP. Jakarta: Erlangga.

Diktat dan Kuliah Matakuliah Perkembangan Peserta Didik(PPD) dan
Profesi Kependidikan oleh Drs. I ketut Sudarta

Layanan

1. Kerja Soal Matematika Mu

2. Buat Blog, Register dan Custom Domain Blogger Mu

3. Beriklan di Blog Kami

4. Jasa Blokir dan Cekal Iklan Google Adsense yang Tidak Diinginkan

5. Jual Ebook di Fradsya Blog dan Google Play Store Kami

Kontak Kami

Name

Email *

Message *

Copyright © Matematika Ku Bisa. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design