Belajar Matematika Online

Tampilkan postingan dengan label Skripsiku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Skripsiku. Tampilkan semua postingan

Rumus Statistik Uji Homogenitas

Pengujian homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah objek (tiga sampel atau lebih) yang diteliti mempunyai varian yang sama. Metode yang kami gunakan dalam melakukan uji homogenitas pada penelitian yang berjudul “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi T.A. 2016/2017” adalah metode varian terbesar dibandingkan dengan varian terkecil (Siregar, 2013: 167).

Kelompok yang kami uji terdiri dari 5 kelas pararel, sehingga hipotesis dalam uraian kalimat adalah sebagai berikut.

H0: Tidak ada perbedaan varian dari beberapa kelompok data
Ha: Ada perbedaan varian dari beberapa kelompok data

Hipotesis statistik:
H0:   $σ_1^2=σ_2^2=σ_3^2=σ_4^2=σ_5^2$
Ha: $σ_i^2≠σ_j^2; \ i≠j $

Kriteria pengujian: apabila $F_{hitung}  ≤ F_{tabel}$  maka H0 ditolak.
  • $F_{hitung}  = \frac{varian \  terbesar}{varian \ terkecil}$
  • $F_{tabel} (0.05, V1_{(n-1)},V2_{(n-1)})$ dengan V1 pembilang dan V2 penyebut. 
Dengan menggunakan aplikasi SPSS, kami menggunakan   uji levene untuk menguji homogenitas data. Misalnya, setelah diperoleh output di bawah ini, diketahui signifikansi sebesar 0.128. Nilai ini menunjukkan bahwa nilai sig.=0.128>α=0.05, maka dapat disimpulkan bahwa kelima kelompok data mempunyai varian yang sama.

Test of Homogeneity of Variances
Nilai UH
Levene Statistic df1 df2 Sig.
1.822 4 141 .128

Rumus Uji F Statistik

Uji F merupakan salah satu uji hipotesis penelitian yang  digunakan untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh yang signifikan secara simultan (bersama-sama) variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji F termasuk dalam uji statistik paramatrik.

Adapun satu dari tiga hipotesis yang admin uji dalam penelitian adalah:

$H_0$: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pemahaman konsep limit dan turunan fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.
$H_1$: Terdapat pengaruh yang signifikan secara simultan antara pemahaman konsep limit dan turunan fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.

Hipotesis statistik:
$H_0:  β=0$
$H_1:  β≠0$

Untuk menguji hipotesis di atas, gunakan uji-F dengan rumus:

$F_{hitung}= \frac{(R_{X_1,X_2,Y})^2 (n-m-1)}{m(1- R ^2 _{X_1,X_2,Y})  }$

Apabila F hitung > F tabel maka $H_0$ ditolak dan jika F hitung  ≤ F tabel maka $H_0$ diterima. Nilai $F_{tabel}=F_{(α)(dka, dkb )}$ dapat dicari dengan menggunakan tabel F dengan dka=jumlah variabel bebas dan dbk=n-m-1. 

Demikian postingan kami tentang Rumus Uji F Statistik 

Sumber kutipan: Batauga, Fredi. “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”. Skripsi. Unaaha: Universitas Lakidende.
IKLAN!
Sekedar info, bagi Anda yang butuh jasa analisis atau menginginkan file input data di MS exelnya untuk analisis data statistik uji F seperti di atas, silahkan menghubungi kami. Terima kasih telah berkunjung.

Rumus Uji t Statistik

Rumus Uji t Statistik

Uji t merupakan salah satu uji yang digunakan untuk uji hipotesis penelitian untuk mengetahui ada atau tidak adanya pengaruh yang signifikan secara parsial variabel bebas terhadap variabel terikat. Uji t termasuk dalam uji statistik paramatrik.

Adapun dua dari tiga hipotesis yang admin uji dalam penelitian adalah:

1) H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemahaman konsep limit fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.

H1: Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemahaman konsep limit fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.

Hipotesis statistik:

$H_0: \ \beta_1 =0$

$H_1: \ \beta_1 \neq 0$

2) H0: Tidak terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemahaman konsep turunan fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.

H1: Terdapat pengaruh yang signifikan secara parsial antara pemahaman konsep turunan fungsi terhadap hasil belajar integral substitusi siswa kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi.

Hipotesis statistik:

$H_0: \ \beta_2 =0$

$H_1: \ \beta_2 \neq 0$

Untuk menguji kedua hipotesis di atas, admin gunakan uji-t dengan rumus:

$t_i=\frac{b_i}{S_{b_i}^2 }$

Jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel maka H0 diterima dan jika t hitung > t tabel maka H0 ditolak (Siregar, 2013: 408-410).

Untuk mencari nilai dari $S_{b_i}^2$  gunakan rumus berikut ini.

t 1

Keterangan :

$b_i$ = nilai konstanta

$S_{b_i}$ = standar error

$S_{X_1.X_2 }$= standar deviasi regresi berganda

m = Jumlah variabel bebas

n = jumlah sampel = Variavel bebas pertama

X2 = Variabel bebas kedua

Y = Variabel terikat

Demikian postingan kami tentang Rumus Uji t Statistik

Sumber kutipan: Batauga, Fredi. “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”. Skripsi. Unaaha: Universitas Lakidende.

IKLAN!

Sekedar info, bagi Anda yang butuh jasa analisis atau menginginkan file input data di MS exelnya untuk analisis data statistik uji t seperti di atas, silahkan menghubungi kami. Terima kasih telah berkunjung.

Rumus Statistik Uji Reliabilitas

Rumus Statistik Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dalam penelitian dilakukan untuk menguji seberapa tinggi konsistensi hasil pengukuran instrumen penelitian yang dilakukan. Dalam penelitian pendidikan matematika yang saya lakukan dengan judul “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Matematika” di salah satu SMA negeri Kab. Konawe,  Instrumen penelitian yang admin gunakan berupa tes essay dan pilihan ganda sehingga rumus uji reliabilitas yang admin gunakan ada dua, yang akan admin jelaskan berikut ini.

“Untuk mengetahui reliabilitas instrumen soal bentuk esai digunakan teknik Alpha Cronbach dengan langkah langkah sebagai berikut.
  1.  Menentukan nilai varian setiap butir pertanyaan:
  2. Menentukan nilai varian total:
  3. Menentukan reliabilitas instrumen:
Jika r11 > 0,6 maka instrumen penelitian tersebut reliabel (Siregar, 2013: 90).

Keterangan :
n = Jumlah sampel
$X_i$= Jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan
$\Sigma Y$= Total jawaban responden untuk setiap butir pertanyaan
$\sigma_t^2$= Varian total
$\Sigma \ \sigma_b^2$= Jumlah varian butir
k = Banyaknya butir pertanyaan
r11 = Koefisien realibilitas instrumen

Adapun untuk mengetahui reliabilitas instrumen soal bentuk pilihan ganda dengan banyak soal genap digunakan teknik Spearman Brown dengan rumus:
$r_{11}=\frac{2R_{XY}}{1+ R_{XY}}$
dimana X skor belahan ganjil dan Y skor belahan genap. Nilai rtabel dapat dilihat di tabel product moment dengan ketentuan $r_{( \alpha , \ n-2)}$. Apabila $r_{11} > r_{tabel}$, instrumen penelitian dikatakan reliabel (Siregar, 2013: 97-100).”

Demikian postingan kami tentang Rumus Statistik Uji Reliabilitas.

Sumber kutipan: Batauga, Fredi. “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”. Skripsi. Unaaha: Universitas Lakidende.

Rumus Statistik Uji Validitas

Rumus Statistik Uji Validitas
Uji validitas dalam penelitian dilakukan untuk menguji valid atau tidaknya instrumen penelitian yang dilakukan. Khususnya dalam penelitian pendidikan matematika yang saya lakukan dengan judul “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Matematika” di salah satu SMA negeri Kab. Konawe.

Instrumen penelitian yang saya gunakan berupa tes essay dan pilihan ganda sehingga rumus uji validitas yang saya gunakan ada dua, yang akan saya jelaskan berikut ini.

Pada penelitian yang saya lakukan, instrumen penelitian yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes. Penyusunan soal tes tersebut diawali dengan menentukan kompetensi dasar dan indikator yang akan diukur, menyusun kisi-kisi tes berdasarkan kompetensi dasar dan indikator yang dipilih, kemudian menyusun butir tes berdasarkan kisi-kisi yang dibuat. 

Sebelum digunakan pada sampel penelitian dalam hal ini saya menggambil satu kelas, dilakukan uji coba untuk mengetahui validitas setiap butir tes apakah layak untuk digunakan sebagai alat ukur yang baik, yaitu valid dan reliabel.

Untuk mengetahui validitas setiap butir soal esai dari instrumen tes tersebut digunakan rumus korelasi Product Moment:
rxy
Keterangan: 
rXY = Koefisien korelasi
X = Skor butir soal yang dicari validitasnya
Y = Skor total
n = Banyaknya responden

Nilai rXY yang diperoleh dibandingkan dengan nilai r pada Tabel Harga Kritis r Product Moment (rTabel) pada taraf signifikansi 5%. Jika rXY $\ge$ rTabel maka butir soal tersebut valid, sebaliknya jika rXY < rTabel maka butir soal tersebut tidak valid (Siregar, 2013: 77).

Untuk mengetahui validitas setiap butir soal pilihan ganda dari instrumen tes tersebut digunakan rumus korelasi point biserial:
r bis

Menurut Arikunto (2008: 80), makin tinggi koefisien yang dimiliki makin valid butir instrumen tersebut. Secara umum apabila koefisien korelasinya sudah lebih besar dari 0,3 maka butir instrumen tersebut sudah dikategorikan valid.

Demikian postingan kami tentang Rumus Statistik Uji Validitas.

Sumber kutipan: Batauga, Fredi. “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”. Skripsi. Unaaha: Universitas Lakidende.

Rumus Statistik Uji Normalitas

Uji normalitas dalam penelitian dilakukan sebagai salah satu uji pra-syarat yang harus dilakukan untuk menggunakan suatu uji statistik parametrik, apakah data populasi berdistribusi normal atau tidak. Khususnya dalam penelitian pendidikan matematika yang saya lakukan dengan judul “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Matematika” di salah satu SMA negeri Kab. Konawe, saya menggunakan dua uji statistik penelitian yaitu Uji-t dan Uji-F.

"Adapun uji normalitas yang admin gunakan adalah Uji Kolmogorov-Smirnov dengan langkah-langkah sebagai berikut.

a) Data hasil pengamatan disusun mulai dari nilai pengamatan terkecil sampai nilai pengamatan terbesar.
b) Dari nilai pengamatan tersebut kemudian disusun distribusi frekuensi kumulatif relatif, dan dinotasikan dengan Fa(Y).
c) Menghitung nilai dengan rumus $Z= \frac{Y- \mu}{ \sigma}$ dimana $\mu$ adalah mean dan $\sigma$ adalah standar deviasi.
d) Menghitung distribusi frekuensi kumulatif teoritis (berdasarkan arah kurva normal) dinotasikan dengan Fe(Y).
e) Menghitung selisih antara Fa(Y) dan Fe(Y).
f) Mengambil angka selisih maksimum dan dinotasikan dengan D.
D = maks |Fa(Y) – Fe(Y)|
g) Bandingkan nilai D yang diperoleh dengan $D_{(\alpha, \ n-1)}$ dari tabel nilai D untuk uji Kolmogorov-Smirnov. Kriteria pengujian: jika Dhitung ≤ Dtabel maka data berdistribusi normal (Siregar, 2013: 153-162). “

Demikian postingan kami tentang Rumus Statistik Uji Normalitas.

Sumber kutipan: Batauga, Fredi. “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”. Skripsi. Unaaha: Universitas Lakidende.

Isi Landasan Teori dalam Proposal Penelitian Skripsi

Bab II, Landasan Teori, berisis pendekatan-pendekatan atau teori-teori relevan dengan judul dan rumusan masalah yang akan digunakan untuk mengupas, menganalisis, dan menjelaskan variabel yang akan diteliti. Pendekatan atau teori yang akan digunakan, tentunya dikutip dari pendapat para ahli di bidangnya dari berbagai sumber bacaan yang telah teruji kebenarannya.

Pendapat para ahli tersebut berfungsi untuk menguatkan argumentasi kita dalam menganalisis masalah yang kita kaji dalam penelitian skripsi yang kita lakukan. Sebagai seorang mahasiswa atau yang berkecimpung dalam dunia akademik merupakan suatu keharusan terhadap kode etik keilmiahan untuk mencantumkan sumber bacaan tersebut di dalam proposal penelitian skripsi kita.

Pencantuman sumber bacaan ini merupakan penguat dan pengahargaan kita terhadap karya orang lain. Terdapat teknik yang mengatur cara-cara pencantuman sumber bacaan yang shahi, baik sumber bacaan yang beasal dari makalah, laporan, skripsi, tesis, disertasi, buku, majalah, surat kabar, antologi, maupun website di internet yang diatur dalam teknik notasi ilmiah yang terdiri atas catatan teks dan catatan kaki. Perlu diingat bahwa tidak semua sumber bacaan dapat dicantumkan dalam landasan teori, seperti diktat perkuliahan.
(Sumber: Niknik M. Kuntaro, Cermat dalam Berbahasa Teliti dalam Berpikir, 2007, hlm.185)

Ditulisan lain, telah dijelaskan bagaimana  Cara Menulis Latar Belakang Masalah Pendidikan Matematika. Pada tulisan ini, admin akan memberikan contoh bagaimana menyusun sub-sub judul dalam Bab II Landasan Teori.

Contoh Judul Admin: Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi

Maka, isi landasan teori yang admin gunakan sebagai berikut.
A. Landasan Teori, berisi:
  1. Pembelajaran Matematika
  2. Karakteristik Pembelajaran Matematika
  3. Pengertian Pemahaman Konsep
  4. dst
B. Hasil Penelitian yang Relevan
C. Kerangka Berpikir
D. Hipotesis Penelitian

Demikian tulisan mengenai Isi Landasan Teori dalam Proposal Penelitian Skripsi, semoga dapat bermanfaat.

Cara Menulis Latar Belakang Masalah Pendidikan Matematika

Latar belakang masalah penelitian (research background) adalah bagian pertama dan sangat penting dalam menyusun tulisan ilmiah, seperti pada proposal penelitian skripsi, dll. Latar belakang masalah penelitian ini, harus disusun sendiri oleh penulis atau peneliti yang bersangkutan. Latar belakang masalah penelitian menjelaskan secara lengkap topik (subject area) penelitian, masalah penelitian yang kita pilih dan mengapa melakukan penelitian pada topik dan masalah tersebut (Berndtsson et al., 2008).

Misalkan judul saya adalah "Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi". Ini merupakan judul skripsi saya pada Program Studi Pendidikan Matematika Unilaki tahun 2016. Dalam judul tersebut, kita harus mampu menjawab berbagai pertanyaan yang mungkin diajukan oleh dosen penguji. Selain itu, dalam menyusun latar belakang judul tersebut, harus memiliki alur yang teratur seperti antara paragraf yang satu dengan lainnya harus memiliki kaitan. Kita juga harus mengetahui setiap ide pokok dalam paragraf, apa yang menjadi kalimat utama dalam paragraf tersebut. Akibatnya, dengan mudah kita menemukan pada paragraf mana jawaban dari pertanyaan dosen penguji tersebut.

 Menjawab Semua Pertanyaan di Judul (why?)
  1. Menjelaskan mengapa "Hasi Belajar"?
  2. Menjelaskan mengapa materi "Integral Substitusi"?
  3. Menjelaskan mengapa "Kelas XII IPA"?
  4. Menjelaskan mengapa di "SMAN 1 Wawotobi?"
  5. Menjelaskan mengapa "Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan fungsi"?
Contoh Latar Belakang Masalah Proposal Penelitian Skripsi
Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi
Latar Belakang Masalah

Pembangunan di bidang pendidikan memegang peranan penting dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional. Peningkatan mutu pendidikan merupakan salah satu aspek yang menentukan serta akan selalu mendapat perhatian yang sungguh-sungguh dalam upaya mencapai tujuan pembangunan nasional. Tujuan peningkatan mutu pendidikan tidak terlepas dari peningkatan sumber daya manusia yang handal di bidangnya, khususnya diarahkan kepada penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga mampu mengelolah sumber daya alam yang tersedia secara mandiri dan profesional. Oleh karena itu, pemerintah harus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional. Misalnya, mengadakan berbagai kompetisi ilmiah baik di tingkat perguruan tinggi maupun di tingkat sekolah secara nasional seperti mengadakan Olimpiade Sains Nasional, ON MIPA, LKTI, dan yang semisalnya. (masalah umum)

Banyak ahli matematika mengatakan bahwa matematika adalah ratu sekaligus pelayan semua ilmu pengetahuan. Ungkapan tersebut jelas menggambarkan bahwa ilmu matematika menduduki posisi sentral dalam kancah dunia ilmu pengetahuan. Martono (1999: 367) juga mengatakan bahwa matematika dapat digunakan sebagai suatu cara pendekatan dalam mempelajari ilmu pengetahuan karena matematika memuat bahasa, aturan, penalaran yang jelas dan sistematik, serta struktur yang sangat kuat. Matematika tidak hanya digunakan sebagai alat untuk mempelajari ilmu pengetahuan tetapi juga digunakan untuk memecahkan berbagai masalah ilmu pengetahuan dan teknologi. Oleh karena itu, untuk mencapai tujuan pembangunan nasional dan menguasai IPTEK harus menyiapkan anak didik yang handal dalam bermatematika sejak dini melalui pendidikan formal di sekolah, sekurang-kurangnya pada tingkat dasar dan menengah. (pentingnya pendidikan matematika)

Pendidikan matematika di sekolah khususnya di tingkat menengah atas, bidang matematika yang dapat dipelajari adalah aljabar, pengukuran geometri, peluang dan statistik, trigonometri, serta kalkulus. Kalkulus adalah salah satu bidang matematika yang memiliki banyak aplikasi yang luas dalam ilmu pengetahuan dan dapat memecahkan berbagai masalah yang tidak dapat dipecahkan oleh aljabar elementer. Di tingkat universitas, kalkulus merupakan mata kuliah wajib yang harus dikuasai dengan baik oleh mahasiswa sains dan rekayasa untuk dapat mempelajari mata kuliah pada tingkat lanjutnya. Sedangkan di tingkat sekolah, ruang lingkup kajian kalkulus yang harus dipelajari adalah limit, turunan, dan integral fungsi aljabar dan trigonometri beserta aplikasinya. Jadi, limit, turunan, dan integral merupakan materi matematika yang penting untuk dikuasai oleh siswa dengan baik, terutama bagi mereka yang akan melanjutkan pendidikannya di bidang IPA terutama matematika. (mengapa integral)

Matematika memiliki peranan penting dalam upaya mewujudkan tercapainya tujuan pembangunan nasional, seperti yang dikemukakan sebelumnya di atas. Akibatnya, mata pelajaran matematika harus mendapat prioritas utama dibandingkan mata pelajaran lainnya di sekolah. Namun kenyataannya, rata-rata kemampuan matematika siswa di Indonesia masih berada dalam kategori level rendah atau kemampuan siswa lebih kepada kemampuan menghapal di dalam pembelajaran matematika di sekolah. Hal ini didasarkan pada hasil survey Trends in Internasional Mathematics and Science Study (TIMSS) yang diadakan setiap empat tahun sekali dimana pada tahun 2011 Indonesia berada di urutan ke-38 dengan skor 386 dari 42 negara yang berpartisipasi. Skor Indonesia tersebut turun sebelas poin dari penilaian tahun 2007. Hasil TIMSS 2015 ternyata juga tidak jauh berbeda dengan hasil sebelumnya. (masalah umum hasil belajar pendidikan matematika)

Rendahnya rata-rata kemampuan matematika siswa di Indonesia dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satu faktornya adalah mutu pendidikan matematika di sekolah. Siswa, guru, dan orang tua harus terlibat langsung secara bersama-sama mengemban tugas dan tanggung jawab yang akan mendasari rangkaian proses pendidikan yang panjang dalam rangka untuk meningkatkan mutu pendidikan matematika di sekolah, khususnya mutu pendidikan matematika siswa. Mutu pendidikan matematika siswa dapat diketahui dan diukur melalui hasil belajar. Setelah diadakan proses belajar mengajar matematika maka diperlukan suatu bentuk evaluasi dalam rangka untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa sebagai tolok ukur keberhasilan pengajaran dan daya serap yang dicapai oleh siswa, serta dilakukan dalam rangka untuk meningkatkan dan mengukur kemampuan matematika siswa di sekolah. Salah satu hasil belajar matematika yang dapat digunakan sebagai parameter untuk mengetahui dan mengukur kemampuan matematika siswa adalah hasil belajar matematika pada pokok bahasan integral, karena memuat semua aspek dalam pembelajaran matematika di sekolah yaitu aspek numerik, aljabar, dan geometri. Seperti data hasil ulangan matematika siswa pada pokok bahasan integral di SMAN 1 Wawotobi kelas XII IPA tahun ajaran 2015/2016 menunjukkan bahwa kemampuan matematika siswa tersebut masih tergolong rendah. (mengapa hasil belajar matematika, mengapa di SMAN 1 Wawotobi)

dst...

Untuk itu, dibutuhkan teknik-teknik integasi berupa teknik substitusi dan parsial. Persoalannya adalah apakah siswa dapat menguasai konsep integral substitusi dan parsial jika tidak menguasai konsep turunan fungsi, dan apakah siswa dapat menguasai konsep turunan fungsi jika tidak menguasai konsep limit fungsi. Seperti yang penulis kemukakan sebelumnya bahwa ciri khas belajar kalkulus adalah fokus pada pemahaman konsep. Oleh karena itu, untuk menguasai konsep limit fungsi dan turunan fungsi dan juga dapat menyelesaikan soal-soal integral maka kemampuan pertama yang harus dimiliki adalah kemampuan memahami konsepnya, tidak hanya secara instrumental tetapi juga secara relasional. (mengapa pengaruh pemahaman konsep limit dan turunan fungsi, mengapa integral substitusi)

dst...
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik melakukan penelitian yang berjudul, “Pengaruh Pemahaman Konsep Limit dan Turunan Fungsi terhadap Hasil Belajar Integral Substitusi Siswa Kelas XII IPA SMAN 1 Wawotobi”.

Demikian di atas,  Cara Menulis Latar Belakang Masalah Pendidikan Matematika.
Copyright © Matematika Ku Bisa. All rights reserved. Template by CB. Theme Framework: Responsive Design
Kirim Pesan atau Soal
×
_

Hai, Kamu bisa kirim pesan atau PR Matematikamu ke Admin, di sini! Jangan lupa like halaman admin ya, terima kasih!